Kamis, 18 Jun 2026 15:36 WIB

Sederet Fungsi Vitamin D Bagi Kesehatan Tubuh Manusia

dr Henry Suhendra
dr Henry Suhendra

jatimnow.com - Asupan vitamin D dalam tubuh sangat memengaruhi kesehatan, bahkan mampu menangkal Covid-19. Hal itu disampaikan Alumnus Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Fakultas Kedokteran Unair, dr Henry Suhendra.

dr Henry mengungkapkan bahwa sebuah penelitian di Boston pada 2020 membuktikan bahwa vitamin D dapat mengurangi kemungkinan infeksi virus corona hingga 54 persen. Namun kondisi itu dapat dicapai hanya jika kadar vitamin D dalam tubuh optimal.

Baca Juga: Yayasan Amway Peduli dan UC Surabaya Gelar Edukasi Kesehatan Anak Muda

"Ini hampir sama dengan vaksin loh. Kan lumayan banyak. Kalau vaksin 60 sampai dengan 65 persen, beda-beda," kata dr Henry melalui siaran pers yang diterima jatimnow.com, Minggu (18/7/2021).

Alumnus 1992 itu menjelaskan, vitamin D adalah super hormon yang berpengaruh pada seluruh sel. Sebab reseptornya ada di semua sel seluruh sistem tubuh.

"Kalo vitamin D kita optimal, artinya kita akan baik-baik saja. Tidak ada penyakit-penyakit," ujar dia.

Di sisi lain, vitamin D memang dikenal memiliki banyak manfaat untuk mengurangi berbagai infeksi. Mulai dari bakteri hingga virus, termasuk Covid-19.

Baca Juga: Ancam Ginjal hingga Paru-Paru, Pakar Ungkap Cara Cegah Hantavirus

dr Henry menambahkan, vitamin D juga dapat melawan beberapa penyakit, di antaranya kanker, sakit jantung hingga autoimun. Dengan catatan harus optimal 100 persen.

"Di Amerika Serikat, vitamin D terbukti telah memperbaiki berbagai penyakit berat, seperti penyakit jantung dan 70 jenis penyakit kanker," tutur dia.

Sementara terkait varian yang akan terus bertambah, vitamin D dapat meningkatkan imunitas di tiga sektor. Pertama, meningkatkan local barrier pada kulit yaitu mempererat celah antar kulit. Sehingga tidak ada celah untuk virus masuk.

Baca Juga: Upaya Dinkes Kota Kediri Kendalikan Penyakit Paru Obstruktif Kronik dan Asma

Kedua, innate immunity, serta imunitas yang berkaitan dengan pembentukan antibodi oleh T dan B limfosit. Meski demikian, butuh waktu untuk menaikkan kadar vitamin D di dalam tubuh.

Sebab selain fluktuatif, terdapat banyak faktor yang mempengaruhi. Misalnya ketika stress atau kurang tidur, maka akan turun.

"Misalnya gini, setelah gowes Jawa-Bali, badan pegel semua, terus flu. Ini ya karena daya tahan tubuh hilang pada saat vitamin D turun. Jadi menaikkan kadar vitamin D bisa dengan olahraga, tapi kalau berlebihan, vitamin D akan hancur. Kalau terlalu capek, dia turun," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.