Kamis, 11 Jun 2026 03:54 WIB

Reklame Bung Karno dan Puti di Blitar Batal Dicopot, Mengapa?

  • Penulis : CF Glorian
  • | Selasa, 12 Jun 2018 15:00 WIB
Sebuah Reklame Bung Karno dan Puti di Kota Blitar yang disoal Panwaslu/Foto: Glorian
Sebuah Reklame Bung Karno dan Puti di Kota Blitar yang disoal Panwaslu/Foto: Glorian

jatimnow.com – Rencana Panwaslu Kota Blitar untuk menurunkan reklame Bung Karno yang disisipi gambar Mbak Puti akhirnya ditangguhkan.

Hal ini dilakukan untuk menghindari amuk massa kader PDI Perjuangan yang tak ingin reklamenya itu diturunkan.

Baca Juga: Dosen Ilmu Politik Unesa Soroti Konsolidasi Kekuasaan-Strategi Geopolitik Nasional

Ketua Panwaslu Kota Blitar Mochlis Wibowo mengatakan, dari hasil pertemuan dengan para kader PDIP, banner tersebut dipasang oleh fraksi, bukan tim sukses. Reklame itu untuk memperingati Bulan Bung Karno di Kota Blitar.

"Memang ini ada indikasi pelanggaran untuk ditertibkan karena ada gambar calon wakil gubernur yang kebetulan adalah cucu Bung Karno. Dan hari ini adalah Bulan Bhakti Bung Karno dan kami harus menghormati itu, sehingga perlu ada negosiasi," kata Mochlis kepada wartawan, Selasa (12/06/2018).

Baca juga: Reklame Bergambar Bung Karno dan Puti di Kota Blitar Disoal Panwaslu

Menurut Mochlis, banyak kendala yang dihadapi di lapangan, sehingga Panwaslu memutuskan untuk menunda penertiban reklame itu. Ia mengaku akan berkoordinasi dengan tim terkait tentang keberadaan reklame ini.

"Pemasangan reklame itu dilakukan oleh anggota Fraksi PDIP DPRD Kota Blitar. Terus, kami tidak bisa ketemu dengan timses secara langsung, makanya kita akan komunikasikan dulu nanti," imbuhnya.

Sementara itu, Fraksi PDIP DPRD Kota Blitar memastikan tidak ada tendensi apapun terkait sisipan gambar Mbak Puti pada reklame peringatan Bulan Bung Karno tersebut.

Bagi dia, itu merupakan hak pribadi dari para anggota PDI Perjuangan untuk menghormati jasa Bung Karno.

Baca Juga: Menyoal Konsistensi Komunikasi Publlik Pejabat Negara

"Di sana (banner), tidak memunculkan kampanye, harus coblos ini coblos itu. Tidak ada sama sekali. Itu merupakan pribadi, hak kami untuk menyampaikan dan menghormati jasa-jasa Bung Karno," kata Wakil Ketua Bidang Perekonomian dan Pemberdayaan Masyarakat DPC PDIP Kota Blitar Dedik Hendarwanto.

Oleh karena itu, ia meminta Panwaslu untuk menghormati Fraksi PDI Perjuangan dalam memperingati Bulan Bung Karno. Makanya, secara tegas, ia memastikan akan tetap mempertahankan pemasangan reklame tersebut.

"Apapun itu akan tetap kami pertahankan. Kami berharap ini berjalan sampai hari tenang, kalau hari tenang, insyaallah kami tidak apa-apa diturunkan, tapi tolong hormati kita selaku fraksi PDI Perjuangan," tandasnya.

 

Baca Juga: PKS Jatim Siapkan Pasukan Trainer API, Cetak Pemimpin Lewat Sistem

Reporter: CF Glorian

Editor: Arif Ardianto

 

 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.