Jumat, 19 Jun 2026 13:04 WIB

Gegara Uang Rp 100 Ribu, Seorang Santri di Ponorogo Dianiaya hingga Meninggal

Unit PPA Polres Ponorogo mengumpulkan barang bukti kasus penganiayaan santri hingga meninggal
Unit PPA Polres Ponorogo mengumpulkan barang bukti kasus penganiayaan santri hingga meninggal

jatimnow.com - Seorang santri berinisial M (15), asal Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan meninggal dunia, diduga setelah dianiaya senior dan teman sebayanya di asrama salah satu pondok pesantren (ponpes) di Ponorogo.

Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Ponorogo, Iptu Gestik Ayudha mengatakan, awalnya korban dituduh mencuri uang Rp 100 ribu oleh temannya.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Korban membantak tuduhan temannya itu," ujar Gestik, Kamis (24/6/2021).

Gestik menambahkan, setelah mendengar ada permasalahan tersebut, pengasuh ponpes langsung mengumpulkan para santri. Semua santri ditanya apakah ada yang mengambil uang milik santri yang hilang.

"Waktu dikumpulkan itu korban mengaku bahwa mengambil uang sesama santri," ungkapnya.

Baca Juga: Diduga Menjadi Korban Penganiayaan, Ajudan Wakapolres Blitar Alami Hidung Patah

Usai dikumpulkan, korban kemudian ditarik oleh empat orang santri, terdiri dari tiga santri sebaya dan satu santri senior.

"Korban dibawa di lantai atas asrama. Empat orang pelaku kemudian melakukan penganiayaan sehingga korban tidak sadarkan diri," tambahnya.

Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Harjono, Ponorogo untuk mendapatkan pertolongan medis, tepatnya pada Selasa (23/6/2021) malam.

Baca Juga: Organisasi Aremania Utas Ganti Kerugian Wisatawan Asal Surabaya

"Peristiwa itu dilaporkan ke kami pada Rabu, 23 Juni 2021. Sedangkan korban meninggal pada Kamis 24 Juni 2021 dinihari," sambung dia.

Menurut Gestik, pelaku penganiayaan ada empat santri di ponpes tersebut. Tiga santri masih berusia 15 tahun dan satu lainnya sudah berumur 18 tahun.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.