Jumat, 19 Jun 2026 07:53 WIB

Polda Jatim Serahkan Tujuh Anak Korban Pelaku Bom ke Kemensos

Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin saat jumpa pers penyerahan anak korban pelaku bom ke Kemensos/Foto: Arry Saputra
Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin saat jumpa pers penyerahan anak korban pelaku bom ke Kemensos/Foto: Arry Saputra

jatimnow.com – Polda Jawa Timur menyerahkan tujuh anak korban pelaku bom bunuh diri di Surabaya dan Sidoarjo kepada Kementerian Sosial RI.

Penyerahan yang dilakukan di Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, itu dihadiri oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan, Selasa (12/6/2018).

Baca Juga: Polda Jatim Bongkar Sindikat Jual Beli OTP Ilegal, Untung Hingga Rp1,2 Miliar

7 anak yang diserahkan kepada Kemensos itu diantaranya 1 anak korban pelaku bom di Polrestabes Surabaya, 3 anak korban teroris di Sidoarjo dan 3 anak teroris dari Manukan Surabaya.

Pada kesempatan itu, Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin menjelaskan, semua korban sudah dinyatakan sembuh dari perawatan medis yang dilakukan sejak beberapa minggu lalu di RS Bhayangkara.

"Untuk psikologis sudah kita koordinasikan dengan semua pihak, dan pada hari ini adalah perawatan selanjutnya untuk lebih baik lagi kita kerjasama dengan Kemensos di tempat khusus, yang paling penting adalah untuk memberikan pemahaman keagamaan," kata Kapolda usai menyerahkan tujuh anak itu kepada Kemensos.

Proses selanjutnya, kata Kapolda, menentukan siapa nantinya yang berhak untuk anak ini. Yang pasti, ia akan memberikan yang terbaik untuk anak ini, dan untuk sementara ini, kondisi ketujuh anak ini sudah mulai pulih dan ceria.

Baca Juga: Polda Jatim Ringkus 11 Tersangka Sindikat Penipuan Segitiga Jual Beli Mobil

"Ya biasa, anaknya kan sudah umur 10 atau 11an tahun, jadi sudah mengerti. Tapi sudah pulih, kita perdalaman lagi, nanti akan ada yang menangani dari pihak Kemensos," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Rehabilitasi Sosial Anak dari Kemensos RI, Nahar mengatakan pihaknya akan memberikan penanganan khusus yang expert tentang pendidikan, konseling, rehabilisasi sosial dan pendampingan khusus untuk semua anak korban terorisme itu.

"Kementerian sosial punya tempat khusus untuk anak-anak, nanti akan kami sesuaikan dengan kondisi mereka nyamannya dimana. Kita punya tempat di beberapa kota di Indonesia," pungkasnya.

Baca Juga: Tim Gabungan Polda Jatim Periksa Senpi Dinas di Polres Tulungagung

 

Reporter: Arry Saputra

Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.