Senin, 15 Jun 2026 06:04 WIB

Varian Corona Inggris Ditemukan dari Bangkalan, Begini Saran Pakar Epidemiologi

Ilustrasi Virus Corona baru (Foto: via Republika)
Ilustrasi Virus Corona baru (Foto: via Republika)

jatimnow.com - Institute of Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga (Unair) kembali menemukan dua varian mutasi baru Covid-19 asal luar negeri masuk di Jawa Timur. Mutasi baru itu ditemukan bersamaan dengan melonjaknya kasus Covid-19 di Bangkalan, Madura.

Ketua ITD Unair Prof Maria Lucia Inge Lusida mengatakan, whole genome sequencing yang dilakukan ITD telah menemukan dua mutasi virus corona yang berasal dari luar Indonesia.

Baca Juga: Konversi Energi Kedua Republik Indonesia, Amanat Penderitaan Rakyat Madura

"Dua varian itu, B117 atau varian Alpha yang awalnya ditemukan di Inggris dan B1351 varian Beta asal Afrika Selatan. Yang B117 dari Bangkalan dan B135 dari Jember," ujar Inge, Selasa (8/6/2021).

Meski begitu, Inge tidak bisa langsung menyimpulkan bahwa penemuan mutasi virus corona itu yang membuat kasus Covid-19 di Bangkalan meningkat.

Menurutnya, untuk menyimpulkan bahwa penyebab lonjakan kasus Covid-19 di Bangkalan akibat mutasi virus baru, harus melalui penelitian epidemiologis secara komperhensif.

"Itu masih dugaan, perlu pengamatan yang lebih cermat dan melibatkan ahli epidemiologi untuk memastikan hal itu," tutur dia.

Sementara Pakar Epidemiologi Unair, Dr M Atoillah Isfandiari menambahkan bahwa meski belum bisa dikonfirmasi, penemuan ITD tersebut harus menjadi rambu-rambu khusus untuk mewaspadai penularan mutasi baru virus corona.

Dia menyebut bahwa para pakar jauh hari sebelum libur lebaran sudah memberikan peringatan. Dia mengatakan bahwa sejak Januari 2021, sudah disampaikankan bahwa ada kemungkinan varian-varian baru itu masuk ke Indonesia.

"Jadi sebenarnya apa yang ditemukan di ITD itu sebenarnya hanya mengonfirmasi saja dari peringatan yang sudah diberikan," jelas Atoillah.

Ato-sapaan akrabnya mengungkapkan, adanya varian baru yang jauh lebih mudah menular tersebut dapat dipengaruhi oleh mobilitas, terutama antara wilayah Bangkalan dan Surabaya.

Baca Juga: Gus Lilur Deklarasikan Panca Ampera: Stop Kriminalisasi Pengusaha Rokok Rakyat

Dengan mobilitas tinggi dapat memberikan risiko penularan tinggi pula untuk kedua wilayah itu. Kemunculan varian baru diduga dibawa oleh Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang mudik saat lebaran Idul Fitri 2021.

Untuk itu, lanjut Ato, testing menjadi langkah dasar untuk mengetahui dan melacak masyarakat yang terkonfirmasi Covid-19. Setelah dilakukan testing dapat dilakukan pembatasan sesuai dengan hasil testing tersebut.

"Yang penting ditesting dulu kalau ketemu yang positif diisolasi dan ditelusuri domisilinya. Maka daerah sekitar domisilinya itu yang diisolasi. Bisa jadi kalau dari testing itu ketemu positifnya merata dari berbagai kota di Pulau Madura pada akhirnya bisa mengarah pada ke karantina wilayah pulau," ungkapnya.

Bagi Ato, kegiatan testing yang dilakukan di Jembatan Suramadu merupakan sedikit saja gambaran lonjakan Covid-19 dan sedikit upaya untuk meminimalisir persebaran di Surabaya.

Kegiatan tersebut, lanjut dia, juga harus diimplementasikan untuk kegiatan mobilitas dalam kota untuk mendeteksi dan menggambarkan persebaran di Madura.

Baca Juga: Sarjana Pertanian Pulang Kampung, Garap Budidaya Pisang di Tambelangan

Juga perlu adanya kesadaran masyarakat Surabaya yang telah melakukan perjalanan libur lebaran atau mobilitas ke Madura untuk melapor ke puskesmas bila ada keluhan kesehatan.

"Yang terpenting, untuk wilayah Madura sendiri jika ada kasus positif dilakukan tracing dalam seminggu ini sudah bertemu dengan siapa saja, termasuk saudara mereka yang mobilitas di Surabaya," papar dia.

Sehingga dari situ, masih kata Ato, warga Madura yang ada di Surabaya dapat ditracing lebih lanjut.

"Kalau ingin efisien dan efektif, testing di Madura bagus dan ketemu positif maka dilanjutkan dengan tracing yang juga harus bagus. Misalnya dalam seminggu terakhir apakah pernah ada riwayat kontak dengan yang berkunjung dari luar Pulau Madura termasuk dari Surabaya," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.