Selasa, 16 Jun 2026 11:27 WIB

Wakil Ketua DPRD Jatim Anwar Sadad Dicurhati Emak-emak Soal Pernikahan Dini

jatimnow.com - Wakil Ketua DPRD Jatim, Anwar Sadad menerima curhatan dari emak-emak tentang meningkatnya pernikahan usia dini di masa Pandemi Covid-19.

Curhatan itu disampaikan emak-emak dalam dialog 'Penguatan Perempuan sebagai Pendamping Anak dalam Upaya Mengurangi Angka Perkawinan Anak' yang digelar Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Bondowoso, Sabtu (5/6).

Baca Juga: Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

Menurut mereka, pernikahan dini di Indonesia disebut menjadi faktor utama meningkatnya angka perceraian di Indonesia.

"Regulasi mengatur bahwa usia minimal bagi perempuan untuk dinikahkan sudah diubah, semula 16 tahun menjadi 19 tahun," kata Wakil Ketua DPRD Jatim, Anwar Sadad.

Ia menyebutkan, secara rinci aturan tentang perkawinan sudah dijelaskan dalam UU tentang perlindungan anak dan telah diatur hak serta kewajiban perlindungan anak.

Hal itu juga telah diperkuat dalam aturan Gubernur Jatim pada surat edaran (SE) tentang pencegahan pernikahan di usia anak. Menurut Sadad, sosialiasasi tentang aturan tersebut harus semakin ditegakkan.

Baca Juga: Gerindra Tak Berikan Bantuan Hukum Bagi Gatut Sunu Wibowo

Dihadapan para orang tua, Plt Ketua DPD Partai Gerindra Jatim itu juga mengatakan Pandemi Covid-19 memang cukup menggerus keadaan ekonomi dunia.

Ia meminta hal itu bukan menjadi jalan pintas dan alasan untuk menikahkan anak-anak di usia dini.

"Edukasi baik untuk orang tua maupun anak harus dilakukan secara masif dengan menjelaskan sisi negatif dan risiko yang ditimbulkan dari pernikahan anak," terang Sadad.

Baca Juga: Bupati Jember Gus Fawait Ajak Pelajar Cegah Pernikahan Dini

Mengutip data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Sadad menyebut jumlah pernikahan anak di Indonesia terus bertambah dari tahun ke tahun. Tahun ini mencapai angka 11,21 persen jauh di atas target sebesar 8 persen dari total populasi perempuan berusia 20-24 tahun.

Politisi Partai Gerindra itu mengajak pemerintah untuk hadir di tengah masyarakat.

"Oleh karena itu peran pemerintah di semua tingkatan sangat penting. Pemerintah serius dalam penanganan masalah ini," tandasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.