Minggu, 14 Jun 2026 14:15 WIB

Bupati Jember Gus Fawait Ajak Pelajar Cegah Pernikahan Dini

  • Penulis : Sugianto
  • | Sabtu, 30 Agu 2025 14:06 WIB
Foto : Bupati Gus Fawait ajak pelajar tidak menikah secara dini (Diskominfo/jatimnow.com))
Foto : Bupati Gus Fawait ajak pelajar tidak menikah secara dini (Diskominfo/jatimnow.com))

jatimnow.com-Bupati Jember Muhammad Fawait mengajak seluruh pelajar untuk menghindari pernikahan dini. Hal ini diungkapkan saat mengisi kegiatan bunga desaku. Pernikahan dini menyebabkan sejumlah masalah seperti tingginya kasus stunting. Pihak Pemkab sendiri akan menggandeng sejumlah pihak guna menekan angka pernikahan dini di Jember.

Bupati yang akrab disapa Gus Fawait ini mengatakan kasus pernikahan dini perlu ditekan untuk mensukseskan program Indonesia Emas 2045. Pernikahan dini disebut menyebabkan sejumlah permasalahan salah satunya kasus stunting.

Baca Juga: Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

"Kita memberi support mereka, untuk menyambut Indonesia emas 2045. Karena yang akan mengisi anak-anak kita, adik-adik kita yang saat ini ada di SMP," ujarnya, Sabtu (30/8/2025).

Untuk mencegah pernikahan dini dan memberikan dukungan ke anak-anak Jember, Pemerintah Kabupaten juga mensosialisasikan pemberian beasiswa bagi putra-putri di Jember. Beasiswa ini akan diberikan saat waktu kuliah. Pemkab menyiakan sejumlah kategori untuk program beasiswa ini.

Baca Juga: Bupati Jember Serahkan Puluhan Kendaraan Penunjang Koperasi Merah Putih

"Mulai prestasi akademik, non akademik, afirmasi dan sebagianya. Sehingga, harapan saya banyak anak-anak Jember yang termotivasi untuk menyelesiakan endidikan sampai ke perguruan tinggi," harapnya.

Disamping itu, untuk mencegah pernikahan dini juga Pemkab Jember menggandeng para guru-guru di sekolah, ketua pengajian islam maupun non islam, tokoh agama, tokoh masyarakat, untuk memberikan pemahaman dan penyuluhan. Tingginya angka kematian ibu dan bayi juga disebebkan ketidaksiapan umur ibu ketika melahirkan.

Baca Juga: Bupati Jember Perintahkan Dinas TPHP Cabut Izin Kios Pupuk Subsidi Nakal

"Hasil diskusi kami, jajaran dokter yang membidangi atau spesialis di bidang kandungan serta anak, kesiapan seorang ibu untuk hamil di usia yang paling pas 21 tahun sampai 35 tahun. Sehingga ini perlu sosialisasikan ke masyarakat," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.