Senin, 22 Jun 2026 00:51 WIB

Gas Beracun Jadi Pemicu Pekerja Pembersih Tandon di PT Pakerin Mojokerto Tewas

Kecelakaan kerja di PT Pakerin Mojokerto (Foto: Satreskrim Polres Mojokerto)
Kecelakaan kerja di PT Pakerin Mojokerto (Foto: Satreskrim Polres Mojokerto)

jatimnow.com - Hasil autopsi yang dilakukan terhadap korban meninggal akibat kecelakaan kerja di PT Pabrik Kertas Indonesia (Pakerin) Desa Bangun, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, dipastikan karena terpapar gas beracun.

Kecelakaan kerja di pabrik kertas yang terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, Rabu (26/5/2021) tersebut menyebabkan satu pekerja tewas dan dua lainnya kritis. Mereka mengalami kecelakaan kerja saat membersihkan tandon bahan baku.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Karimunjawa Perluas Perlindungan Pekerja BPU

Korban tewas bernama Agus Slamet Santoso (43), warga Desa Selotapak, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Sedangkan dua korban kritis berasal dari Sidoarjo, yaitu Sujiono (45), warga Dusun Wirobiting, Kecamatan Prambon dan Suriyono (56), warga Desa Tlasih, Kecamatan Tulangan.

Kasatreskrim Polres Mojokerto, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo menyebut, dari hasil autopsi yang dilakukan oleh dokter, korban tewas ada indikasi menghirup gas beracun.

Baca Juga: Ratusan Siswa TITL SMKN 5 Surabaya Terlindungi JKK dan JKM

"Informasi yang kami dapat dari dokter yang melakukan autopsi, bahwa ada tanda-tanda keracunan gas yang ditemukan pada jenazah korban," ujar Andaru saat dikonfirmasi jatimnow.com, Jumat (28/5/2021).

Meski begitu, Alumni Akpol 2009 ini belum bisa memastikan untuk jenis gas beracun apa yang terhirup oleh korban sehingga mengakibatkan korban tewas.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

"Jantung, paru-paru, ginjal, hati dan limpa berwarna gelap. Ini merupakan ciri-ciri yang ditemukan pada korban keracunan gas," tambah Andaru.

Hingga saat ini Satreskrim Polres Mojokerto masih melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan sejumlah saksi yang saat itu berada di lokasi.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.