Jumat, 19 Jun 2026 11:45 WIB

Gadis SMP di Sumenep Meninggal Setelah 2 Bulan Menikah, KPAI Turun Tangan

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Kamis, 27 Mei 2021 20:03 WIB
Ilustrasi/jatimnow.com
Ilustrasi/jatimnow.com

jatimnow.com - Meninggalnya gadis SMP di Desa Kolo-Kolo, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep, Madura karena diduga bunuh diri setelah dua bulan menikah, masih didalami polisi. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) juga turun untuk menangani kasus tersebut.

"Kita akan lakukan koordinasi kepada para pihak di kabupaten tersebut. Apakah anak menikah secara negara atau hanya agama. Lalu apa upaya-upaya pemda dan keluarga dalam memastikan pemenuhan dan perlindungan anak yang sudah menikah," jelas Kepala Divisi Pengawasan, Monitoring dan Evaluasi KPAI, Jasra Putra saat dikonfirmasi jatimnow.com, Kamis (27/5/2021).

Baca Juga: Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

"Tapi yang pertama tentunya kita turut berduka cita atas meninggalnya ananda. Semoga almarhumah tenang di sisi Tuhan. Terkait penyebab kematian menjadi wewenang polisi untuk menentukan setelah melakukan penyelidikan," tambah dia.

Jasra Putra menyebut bahwa pernikahan usia anak adalah isu nasional yang menjadi salah satu pengawasan KPAI di samping isu stunting, pekerja anak dan peningkatan pendidikan dan pengasuhan orangtua.

Baca juga:  Pilu, Gadis SMP di Sumenep Meninggal Setelah Dua Bulan Menikah

Sebab isu pernikahan usia anak dalam Pandemi Covid-19 ini mengalami kenaikan. Apalagi anak-anak dengan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) merasakan seolah-olah tidak sekolah dan memutuskan untuk menikah di usia anak.

"Nah, di sini maka kita patut waspada terkait melonjaknya data pernikahan usia anak yang terlaporkan cukup tinggi. Harus patut waspada," tambahnya.

Tangkapan layar InstagramTangkapan layar Instagram

Baca Juga: Pulang dari Malaysia, Fauzi Bangun Layanan Keuangan Warga Kangean

Menurut Jasra Putra, jika dilihat dampak-dampak buruk menikah usia anak cukup banyak, di antaranya kesiapan emosi anak dalam menjalankan biduk rumah tangga dipastikan tidak stabil, karena usia anak adalah usia bermain dengan temanya.

Lalu dampak lain jika anak mengandung bayinya secara kesehatan resproduksi juga belum matang dan siap, yang dapat menjadikan bayinya stunting dan terjadi kematian ibu dan anak menjadi tinggi.

"Ketika mengasuh anak, maka dipastikan belum bisa memberikan pengasuhan secara maksimal. Kemudian dampak lain terkait melanjutkan pendidikan. Banyak kasus anak perempuan menikah beresiko 2-3 kali putus sekolah jika dibandingkan dengan anak laki-laki," paparnya.

Kemudian, lanjutnya, pendidikan anak tidak tamat, maka sulit untuk mengakses pekerjaan formal dalam rangka menghidupi keluarga yang bisa berpotensi kehidupan ekonomi keluarga menjadi bermasalah.

Baca Juga: Konversi Energi Kedua Republik Indonesia, Amanat Penderitaan Rakyat Madura

Jasa Putra menegaskan bahwa KPAI akan melakukan pengawasan dan koordinasi dengan kepolisian, dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak terkait, apakah anak yang menikah di usia anak sudah dilakukan pendampingan oleh OPD terkait atau tidak.

Sebab usia anak 0 hingga 18 tahun tetap menjadi tanggungjawab semua pihak, walaupun anak tersebut sudah menikah.

"Akan kita awasi betul. Juga segera kita lakukan koordinasi secepatnya," pungkasnya.

Kabar meninggalnya korban diunggah oleh salah satu akun di Instagram @kalis.mardiasih. Dalam postingannya, akun ini menyebut bahwa korban meninggal diduga bunuh diri.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.