Para Pelaku Teriak Maling Sebelum Mengeroyok Anggota TNI AL di Bungurasih
- Penulis : Achmad Supriyadi
- | Senin, 24 Mei 2021 15:46 WIB
jatimnow.com - Pengeroyokan terhadap anggota TNI AL, Pratu Marinir Jehezkial Yusuf Sakan di pintu keluar Terminal Bungurasih atau Purabaya, Sidoarjo, didahului dengan teriakan maling.
Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Wahyudin Latif menyebut bahwa empat pelaku yang sudah ditangkap menjadi bagian dari pihak yang berteriak maling terhadap korban.
Baca Juga: Pengeroyokan Brutal di Surabaya Terekam CCTV, Otak Pelaku Buron
"Korban saat itu kan menginap di hotel, kemudian jalan-jalan. Nah, korban ini lupa hotelnya, sehingga wara wiri. Di saat bersamaan, korban diteriaki maling. Dari situ korban dikeroyok," jelas Latif saat dikonfirmasi jatimnow.com, Senin (24/5/2021).
Baca juga:
- Keroyok Anggota TNI AL hingga Terluka di Terminal Bungurasih, 4 Orang Diamankan
- Detik-detik Pengeroyokan Anggota TNI AL di Terminal Bungurasih Versi Warga
- Polisi Warning Pelaku Pengeroyokan Anggota TNI yang Kabur Menyerahkan Diri
- Kodiklatal Sebut Selain Dikeroyok, Uang hingga ATM Anggota TNI AL Juga Raib
Menurut Latif, korban saat itu menginap di hotel karena masih dalam masa libur. Setelah jalan-jalan, korban kembali ke hotel karena buru-buru untuk pergi ke mess.
Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo
"Jadi motor yang dipakai korban, motornya sendiri," tegas Alumni Akpol Tahun 2006 tersebut.
Pratu Marinir Jehezkial Yusuf Sakan dikeroyok puluhan orang di pintu keluar Terminal Bungurasih sekitar pukul 03.00 Wib, Minggu (23/5/2021). Akibatnya, korban mengalami sejumlah luka. Namun pada Minggu siang, korban sudah membaik diperbolehkan pulang dari rumah sakit.
Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter
Setelah melakukan olah TKP, penyelidikan dan mengumpul keterangan saksi-saksi, Satreskrim Polresta Sidoarjo menangkap empat pelaku berinisial UNH (20) asal Trenggalek, Moch RTR (19), FCP (19) dan YMK (20) yang semuanya asal Waru, Sidoarjo.
Hingga kini, pelaku lainnya yang diduga berjumlah puluhan orang masih terus diidentifikasi dan diburu keberadaannya.
Editor : Narendra Bakrie