Jumat, 19 Jun 2026 08:02 WIB

Melihat Antusiasme Siswa SD di Kota Pasuruan Ikuti Uji Coba Sekolah Tatap Muka

  • Penulis : Moch Rois
  • | Kamis, 20 Mei 2021 14:02 WIB

jatimnow.com - Seluruh sekolah SD baik negeri maupun swasta di Kota Pasuruan mulai hari ini melakukan uji coba sekolah pembelajaran tatap muka (PTM), Kamis (20/5/2021).

Meski para siswa agak terlihat canggung karena sudah sekitar 1 tahun tidak masuk kelas, raut wajah para murid terlihat antusias saat belajar di kelas kembali.

Baca Juga: Kejari Jember Periksa 20 Saksi Terkait Dugaan Korupsi Dana BOS

"Senang bisa sekolah lagi. Bisa belajar, ketemu teman-teman dan guru," jelas Diana Safa, salah satu siswa Kelas 6 A SDN Pakuncen, Kota Pasuruan.

Baca juga: Mengintip Persiapan Uji Coba Sekolah Tatap Muka SD-SMP di Kota Pasuruan

Sementara itu, Anisya siswa kelas 1 A SDN Pakuncen, terlihat sangat serius menggambar gunung di hari pertamanya masuk kelas, setelah beberapa bulan hanya belajar melalu daring.

"Senang bisa sekolah. Ini sedang gambar gunung," ucapnya polos.

Baca Juga: Kuota Siswa Sekolah Rakyat di Trenggalek Belum Terpenuhi, Ini Kendalanya

Wali Kota Pasuruan, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul yang melakukan sidak pemantauan penerapan protokol kesehatan (prokes) di SDN Pekuncen, berpandangan jika pelaksanaan uji coba sekolah pembelajaran tatap muka ini secara umum sudah baik.

"Kalau yang saya lihat di sini (SDN Pekuncen) sudah baik, tapi saya ingin melihat sekolah lain yang tidak sebaik di sini. Utamanya sekolah swasta, besok saya akan cek. Kalau ada kurangnya sarana dan prasarananya akan kita cukupi. Pokoknya PTM harus sukses," tegas Gus Ipul.

Ia berharap para kepala sekolah, guru dan Tim Satgas Covid-19 di masing-masing sekolah bisa mengendalikan ketertiban protokol kesehatan (prokes) selama uji coba sekolah tatap muka ini.

Baca Juga: Kepala Sekolah SDN di Jember Diduga Pukul dan Tendang Murid

Jika itu benar-benar sukses, Pemkot bisa melakukan evaluasi untuk peningakatan kuota siswa yang belajar tatap muka di setiap kelas, dari yang sekarang dibatasi 30 persen bisa meningkat 50 persen siswa per kelas.

"Kalau sekarang kan anak-anak ini seminggu hanya dua hari sekolah tatap muka, jam masuk sekolahnya hanya dua jam. Nanti harapan saya (sekolah tatap mukanya), jadi tiga hari, kemudian jadi empat hari, jadi lima hari, tergantung perkembangan uji coba," tandasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.