Senin, 22 Jun 2026 07:42 WIB

Kuota Siswa Sekolah Rakyat di Trenggalek Belum Terpenuhi, Ini Kendalanya

  • Penulis :
  • | Jumat, 28 Nov 2025 09:50 WIB
Foto: Siswa sekoah rakyat di Trengalek. (Bramanta/jatimnow.com)
Foto: Siswa sekoah rakyat di Trengalek. (Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com-Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) tengah mengejar kekurangan kuota rombongan belajar (rombel) siswa Sekolah Rakyat Trenggalek. Mereka masih kekurangan siswa untuk tingkat SD. Pemkab menargetkan pemenuhan kuota rombel tingkat SD di akhir tahun selesai.

Plt Kepala Dinsos PPPA Trenggalek, Totok Rudijanto mengatakan, Sekolah Rakyat Trenggalek telah diresmikan sejak 30 September 2025. Total ada tiga rombel yang terdiri dari dua rombel tingkat SD dan satu rombel tingkat SMP.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

"Untuk rombel tingkat SMP sudah memenuhi kuota dengan jumlah siswa 24 orang," ujarnya, Jumat (28/11/2025).

Sedangkan untuk rombel tingkat SD berjumlah 32 siswa. Namun jumlah tersebut masih kurang dari kuota yang ditentukan oleh pemerintah.

"Untuk memenuhi kuota rombel tingkat SD kira-kira masih butuh 15 hingga 19 siswa lagi," ucapnya.

Totok menargetkan pemenuhan kuota rombel tingkat SD di akhir tahun selesai. Sehingga awal tahun 2026 sudah bisa mulai pembelajaran.

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

"Kami sudah perintahkan PKH dan TKSK untuk melakukan verifikasi lapangan untuk mencari kekurangan siswa. Karena siswa Sekolah Rakyat itu harus berasal dari ketegori desil 1 dan 2," jelasnya.

Pendaftaran siswa baru di Sekolah Rakyat tidak harus menunggu tahun ajaran baru, seperti sekolah umum. Sehinga sewaktu-waktu Sekolah Rakyat bisa menerima siswa baru.

"Hambatan kami mencari kekurangan siswa SD itu karena banyak anak yang sudah sekolah dan rata-rata usia anak SD masih keibuan," paparnya.

Baca Juga: Sekolah Rakyat di Kota Kediri Sepi Peminat, Sistem Asrama Jadi Kendala

Disisi lain, untuk tenaga pendidik, kepala sekolah, tata usaha, bendahara, wali asrama, wali asuh, psikolog, tenaga kesehatan hingga tenaga keamanan sudah lengkap di Sekolah Rakyat Trenggalek. Berbagai program juga sudah mulai berjalan.

"Para siswa sudah mulai krasan, terbuki dari program parenting Dinsos Provinsi Jatim, kami hadirkan wali murid dan siswa. Meraka mengaku senang di Sekolah Rakyat, karena seluruh biaya pendidikan dan biaya hidup anak ditanggung pemerintah," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.