Minggu, 21 Jun 2026 05:35 WIB

Palsukan Surat Swab Antigen, Tenaga Honorer Puskesmas Mojokerto ini Diamankan

jatimnow.com - Satreskrim Polres Mojokerto membongkar pemalsuan surat hasil tes swab antigen Covid-19. Seorang tenaga honorer Puskesmas Pungging diamankan.

Tersangka bernama Bagus Dwi Wahyu Ramdhani (26), asal Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto. 

Baca Juga: Kasus Narkoba Jatim: Penyidik Dilaporkan, Ada Apa?

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander mengatakan terbongkarnya kasus sindikat berawal dari informasi yang diberikan masyarakat jika ada surat hasil swab antigen palsu dari Puskesmas Pungging.

"Kami menangkap satu orang yakni tenaga honorer yang bertugas di loket Puskesmas Kecamatan Pungging," kata Dony di Mapolres Mojokerto, Jumat (23/4/2021).

Mantan Kapolres Pasuruan Kota ini menambahkan, dari penyidikan tersangka membuat atau memalsukan surat hasil swab antigen dan tanda tangan dokter serta petugas pemeriksa yang berkop puskesmas.

"Surat swab antigen palsu itu dipatok seharga Rp 150 ribu kepada orang yang membutuhkan. Waktu itu korban pertama datang ke Puskesmas Pungging perlu surat swab antigen untuk bepergian ke Makassar namun ditolak. Lalu tersangka menghampiri korban dengan menawarkan membuat surat dengan biaya Rp 150 ribu dan disepakati," tukasnya.

Baca Juga: Anjing Unit K-9 Polda Jatim Bantu Ungkap Identitas Korban Mutilasi Mojokerto

Tersangka kemudian membuat lagi 10 surat hasil tes swab antigen kepada 10 anak yang akan mengikuti seleksi tim sepakbola Bhayangkara Solo FC di Sidoarjo.

"Pertengahan April 2021 tersangka ada membuat 10 surat dengan imbalan Rp 1 juta. Tersangka mengaku baru 2 kali membuat surat hasil swab antigen palsu ini," paparnya.

Tersangka dijerat Pasal 263 ayat (1) KUHP tentang pemalsuan surat dengan ancaman hukumannya 5 tahun maksimal 10 tahun penjara.

Baca Juga: Honorer di Tulungagung Berharap Diusulkan Sebagai Pegawai Paruh Waktu

Bagus Dwi Wahyu Ramdhani (26) menjelaskan, dirinya melakukan pemalsuan surat hasil tes swab antigen karena ingin membantu orang dan membutuhkan biaya untuk menikah.

"Butuh uang untuk menikah. Surat ini aslinya sudah ada, tapi saya ketik ulang dan file langsung dihapus," pungkasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.