Minggu, 21 Jun 2026 07:06 WIB

Pemkab Kembalikan Biaya Pemakaman di Bibis Ponorogo yang Mencapai Rp 5 Juta

jatimnow.com - Pemerintah kabupaten (pemkab) mengembalikan biaya pemakaman bagi warga luar yang ditarik Rp 5 juta saat keluarganya dimakamkan di Makam Bibis, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo.

"Kemarin sudah dikembalikan ke keluarga yang berduka. Apapun itu alasannya ya memang kurang pas," kata Sekda Ponorogo, Agus Pramono, Kamis (15/4/2021).

Baca Juga: Jembatan Merah Putih Presisi di Ponorogo Permudah Akses Warga dan Anak Sekolah

Ia menjelaskan jika Pemkab Ponorogo mengetahui adanya biaya pemakaman Rp 5 juta dari media sosial yang menyebut ada warga Kelurahan Surodikraman meninggal dan saat dimakamkan di Pemakaman Bibis ditarik biaya.

Baca juga: 

"Saya kaget. Saya panggil, Pak Camat Ponorogo Kota, Bu Lurah Surodikraman dan Kepatihan sama Kabag Hukum Pemkab Ponorogo," ujarnya.

Ia menegaskan, apa pun penarikan kepada warga yang dilakukan itu tidak benar. Agus mengakui jika menarik biaya pemakaman memang banyak terjadi di berbagai kelurahan yang ada di Ponorogo namun nilainya tidak besar dan mencapai Rp 5 juta

Baca Juga: Tak Lagi Pakai Tenaga, Pebecak di Ponorogo Tersenyum Dapat Becak Listrik dari Prabowo

"Oleh karena itu Pemkab akan melakukan inventarisasi, tentu dengan mengundang kepala kelurahan yang ada di Ponorogo. Pasti pemerintah akan mengambil kebijakan terkait dengan hal-hal yang dibutuhkan," tegasnya

"Tentu tidak ada nominal yang harus disebutkan sampai sekian juta. Ini biasanya yang terjadi sukarela. Mereka membayar Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu untuk kesejahteraan juru kunci dan menjaga kebersihan di lingkungan itu," imbuhnya.

Dia menegaskan bahwa secara aturan payung hukumnya tidak ada. Kalau memungut itu bisa masuk kategori pungutan liar (pungli).

Baca Juga: Resmikan Air Frezz, Plt Bupati Ponorogo Tekankan Pentingnya Air Minum Bersertifikat

"Beda ya kalau sukarela itu tadi boleh-boleh saja. Tapi kalau bertarif jatuhnya pungli," pungkasnya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.