Sabtu, 20 Jun 2026 12:30 WIB

Kisah Pilu Bocah SD di Banyuwangi, Kalung Emasnya Dijambret Usai Salat Tarawih

Bocah perempuan yang jadi korban penjambretan bersama ibunya
Bocah perempuan yang jadi korban penjambretan bersama ibunya

jatimnow.com - Bocah perempuan berumur 9 tahun asal Kecamatan Cluring, Banyuwangi menjadi korban penjambretan.

Bocah kelas tiga sekolah dasar (SD) itu kehilangan kalung emas seberat 7 gram setelah Salat Tarawih di Musala Al-Barokah.

Baca Juga: Sasar Lansia, Residivis Jambret Asal Malang ditangkap Polisi Tulungagung

Ibu korban yang bernama Hamimah (47), mengatakan peristiwa penjambretan bermula ketika anaknya bersama temannya selesai melaksanakan Salat Tarawih. Mereka kemudian bermain di depan musala.

Mereka kemudian didatangi seorang pria yang mengendarai sepeda motor Honda Beat warna putih biru yang datang dari arah barat.

"Pria itu menghampiri kedua bocah dan bertanya dimana ibu kamu," ujarnya, Rabu (14/4/2021).

Setelah bertanya, tiba-tiba tangan pria yang mengenakan masker dan helm warna hitam itu langsung membetot kalung yang dikenakan korban.

Saat kalung yang dikenakan diserobot, tubuh korban terseret dan lehernya mengalami luka lecet.

Baca Juga: Kisah Marfel, Bocah Kelas 4 SD di Kediri Rawat Ibunya yang Sakit Seorang Diri

Pria tersebut berhasil membawa kabur bandul liontin dan separuh kalung emas yang dikenakan korban. Sedangkan separuh kalung terjatuh di sekitar lokasi kejadian.

Kedua bocah itu kemudian berteriak meminta tolong dan mereka mengalami trauma hebat.

Hamimah menyebut saat kejadian kondisi kampung tersebut sangat sepi. Kejadian penjambretan itu baru pertama kali terjadi di desa tersebut. Keluarga korban mengalami kerugian materiil Rp 3 juta.

"Kalung yang berhasil diambil itu seberat 3 gram dan bandul liontin seberat 4 gram," katanya.

Baca Juga: Aksi Jambret di Akses Suramadu Terekam CCTV Bus Transjatim, Korban Terjatuh

Ia menyebut, korban tidak dapat tidur semalaman dan mengaku mengalami trauma berat. Hamimah mengaku tidak melaporkan peristiwa yang menimpa anaknya itu ke polisi.

Ia berharap peristiwa penjambretan itu dapat dijadikan pelajaran bagi masyarakat agar tidak memakaikan perhiasan emas kepada anak yang masih kecil.

"Saya akhirnya sadar jika perhiasan yang dikenakan anak kecil itu benar-benar rawan penjambretan. Anak saya sangat trauma dan tidak mau memakai kalung emas lagi," pungkasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.