Rabu, 22 Jul 2026 11:16 WIB

Kisah Marfel, Bocah Kelas 4 SD di Kediri Rawat Ibunya yang Sakit Seorang Diri

  • Penulis :
  • | Sabtu, 19 Jul 2025 10:55 WIB
Marfel saat merawat ibunya. (Foto: DKR/jatimnow.com)
Marfel saat merawat ibunya. (Foto: DKR/jatimnow.com)

jatimnow.com - Setiap pagi, Marfellino Duha Saputra, bangun lebih awal dari anak seusianya. Dia yang masih duduk di bangku kelas 4 SD, dia juga mengurus ibunya yang hanya bisa terbaring lemah akibat pengeroposan tulang.

Kumala Nur Hidayati, adalah ibu dari Marfel. Mereka tinggal berdua di Dusun Ngancar, RT 001 RW 001, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri.

Baca Juga: PBNU Kirim Tim Survey Lokasi Muktamar ke Ponpes Lirboyo Kediri, Ini Hasilnya

Kondisinya kini tak lagi seperti dulu. Pengeroposan tulang yang dialaminya selama setahun terakhir membuat ia lumpuh total dan hanya bisa berharap pada anak semata wayangnya.

Sejak sang ayah meninggal dunia, Mala dan Marfel menjalani hari-hari dalam keterbatasan. Tak ada lagi sosok pria dewasa di rumah mungil itu. Hanya ada seorang ibu yang tak berdaya dan anak laki-laki yang dengan sabar dan setia menjalankan peran yang jauh lebih besar dari usianya.

"Marfel yang sudah yatim dan masih bocah itu harus mengurus Mala, ibunya yang mengalami kelumpuhan akibat pengeroposan tulang," ujar Koordinator Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Jawa Timur Arif Witanto, pada Jumat (18/7/2025)

Baca Juga: Dukung UMKM Go Global, BI Kediri Gelar Karya Kreatif Mataraman x DIGIMAFest

Pagi hari bagi Marfel bukan hanya soal bersiap pergi ke sekolah. Ia harus memastikan ibunya makan, rumah dalam kondisi bersih, pakaian sudah dicuci, dan semua yang dibutuhkan ibunya tercukupi.

Lalu, ia berjalan kaki ke sekolah dan mengikuti pelajaran seperti anak-anak lainnya. Namun, pikirannya tak jarang tertinggal di rumah, pada ibunya yang hanya bisa menunggu dengan sabar di tempat tidur.

"Mulai memasak, mencuci dan melakukan aktivitas sehari-hari dilakukan oleh Marfel," lanjut Arif, menggambarkan keseharian bocah kuat ini.

Baca Juga: Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Sepulang sekolah atau mengaji, Marfel kembali mengambil alih tanggung jawabnya. Ia tidak mengeluh, tidak menangis, hanya menjalani hari dengan keteguhan dan kasih sayang yang begitu besar.

Baginya, ibunya adalah segalanya. Kisah Marfel bukan hanya tentang kemiskinan atau ketimpangan sosial. Ini adalah potret nyata dari cinta yang tidak bersyarat, ketangguhan dalam keheningan, dan ketulusan anak kecil yang tumbuh dewasa lebih cepat dari waktunya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.