Sabtu, 06 Jun 2026 23:34 WIB

Kisah Marfel, Bocah Kelas 4 SD di Kediri Rawat Ibunya yang Sakit Seorang Diri

  • Penulis :
  • | Sabtu, 19 Jul 2025 10:55 WIB
Marfel saat merawat ibunya. (Foto: DKR/jatimnow.com)
Marfel saat merawat ibunya. (Foto: DKR/jatimnow.com)

jatimnow.com - Setiap pagi, Marfellino Duha Saputra, bangun lebih awal dari anak seusianya. Dia yang masih duduk di bangku kelas 4 SD, dia juga mengurus ibunya yang hanya bisa terbaring lemah akibat pengeroposan tulang.

Kumala Nur Hidayati, adalah ibu dari Marfel. Mereka tinggal berdua di Dusun Ngancar, RT 001 RW 001, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri.

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

Kondisinya kini tak lagi seperti dulu. Pengeroposan tulang yang dialaminya selama setahun terakhir membuat ia lumpuh total dan hanya bisa berharap pada anak semata wayangnya.

Sejak sang ayah meninggal dunia, Mala dan Marfel menjalani hari-hari dalam keterbatasan. Tak ada lagi sosok pria dewasa di rumah mungil itu. Hanya ada seorang ibu yang tak berdaya dan anak laki-laki yang dengan sabar dan setia menjalankan peran yang jauh lebih besar dari usianya.

"Marfel yang sudah yatim dan masih bocah itu harus mengurus Mala, ibunya yang mengalami kelumpuhan akibat pengeroposan tulang," ujar Koordinator Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Jawa Timur Arif Witanto, pada Jumat (18/7/2025)

Baca Juga: Razia Gabungan di Lapas Kediri, Petugas Amankan Barang Terlarang

Pagi hari bagi Marfel bukan hanya soal bersiap pergi ke sekolah. Ia harus memastikan ibunya makan, rumah dalam kondisi bersih, pakaian sudah dicuci, dan semua yang dibutuhkan ibunya tercukupi.

Lalu, ia berjalan kaki ke sekolah dan mengikuti pelajaran seperti anak-anak lainnya. Namun, pikirannya tak jarang tertinggal di rumah, pada ibunya yang hanya bisa menunggu dengan sabar di tempat tidur.

"Mulai memasak, mencuci dan melakukan aktivitas sehari-hari dilakukan oleh Marfel," lanjut Arif, menggambarkan keseharian bocah kuat ini.

Baca Juga: Khofifah Komitmen Jatim Garda Terdepan Penguatan Industri Gula Nasional

Sepulang sekolah atau mengaji, Marfel kembali mengambil alih tanggung jawabnya. Ia tidak mengeluh, tidak menangis, hanya menjalani hari dengan keteguhan dan kasih sayang yang begitu besar.

Baginya, ibunya adalah segalanya. Kisah Marfel bukan hanya tentang kemiskinan atau ketimpangan sosial. Ini adalah potret nyata dari cinta yang tidak bersyarat, ketangguhan dalam keheningan, dan ketulusan anak kecil yang tumbuh dewasa lebih cepat dari waktunya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.