Jumat, 19 Jun 2026 06:25 WIB

Padi Hasil Wakaf Sawah Produktif di Kabupaten Mojokerto Dipanen

jatimnow.com - Padi 500 hektar sawah yang menggunakan dana wakaf dari Global Wakaf-ACT, Yayasan Penguatan Peran Pesantren Indonesia (YP3I) dan Gema Petani di Dusun Tumpangsari, Desa Jiyu, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto dipanen.

Panen padi jenis HMS700 melalui pengelolaan Wakaf Sawah Produktif (WSP) itu dihadiri Ketua MUI Pusat KH Miftachul Akhyar, Presiden ACT Ibnu Khajar, Ketua Pembina YP3I KH Mahfudz Syaubari, Dandim 0815 Letkol Inf Dwi Mawan, Kapolsek Kutorejo AKP Heri Susanto dan Kepala Dinas Pertanian, Teguh Gunarko.

Baca Juga: Anggota DPR RI Anggia Ermarini Apresiasi Hasil Panen Beras di Tulungagung

Waktu pemeliharaan, petani juga diberi biaya dan akses mendapat pupuk sehingga kualitas padi terjaga serta hasil yang maksimal.

Gabah yang dipanen akan dibeli oleh ACT dengan harga terbaik untuk dibagikan bagi warga prasejahtera selama bulan ramadan lewat Gerakan Sedekah Pangan Ramadhan (GSPR) atau aksi-aksi kemanusiaan lainnya.

Panen ini membuktikan jika wakaf bisa menjadi penggerak dalam menyejahterakan petani dan menjadi oase di waktu isu rencana impor beras yang bisa mengancam penyerapan hasil para petani.

"Kami sampaikan bahwa kita menghargai jerih payahnya kita menghargai hasilnya. Kita bertekad memperjuangkan kesejahteraan para petani. Niat dan semangat besar itu dimulai dari panen raya pertama di Jatim yang dibiayai wakaf," kata Presiden ACT, Ibnu Khajar, Sabtu (10/4/2021).

Baca Juga: Hadiri Panen Raya, Plt Bupati Tulungagung Ajak Petani Lakukan Hal Ini

Ia menambahkan, gabah yang dipanen akan dibeli ACT dengan harga lebih dari pasaran karena melihat besarnya peran petani dalam produksi pangan.

"Kita beli selalu lebih tinggi Rp 200 dari pasar, supaya petani lihat bahwa kita menghargai jerih payahnya kita menghargai hasilnya karena pertanian adalah pondasi kehidupan di dunia ini. Jika harga pasar Rp 4500 kita beli dengan harga Rp 4700," ungkapnya.

Ketua Pembina YP3I KH Mahfudz Syaubari menjelaskan, panen merupakan hal yang ditunggu bagi petani dan suatu yang membahagiakan karena padi yang ditanam dapat bermanfaat bagi dirinya juga untuk kemaslahatan umat.

Baca Juga: Marinir Panen 17 Ton Padi di Sidoarjo, Perkuat Pangan TNI AL

"Petani bahagia karena padi yang ditanam bisa dipanen serta berguna untuk menolong warga yang membutuhkan, kelaparan serta kemaslahatan umat," pungkasnya.

Perlu diketahui, sawah yang dipanen total sekitar 9 hektar dengan hasil 110 ton yang berada di Mojokerto, Pasuruan, Malang, Ponorogo, dan Sidoarjo dalam program Wakaf Sawah Produktif juga masuk masa panen.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.