Anggota DPR RI Anggia Ermarini Apresiasi Hasil Panen Beras di Tulungagung
- Penulis : Bramanta
- | Senin, 27 Apr 2026 13:44 WIB
jatimnow.com - Produksi beras di Indonesia menunjukan tren positif pada tahun 2026. Sesuai dengan program swasembada pangan, akhirnya Indonesia sudah tidak melakukan impor beras untuk mencukupi kebutuhan masyarakat. Bulog dan Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Ermarini melakukan panen raya padi di Desa Podorejo, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung.
Tulungagung diketahui merupakan wilayah penyumbang pasokan beras di Jawa Timur. Anggia mengapresiasi hasil produksi padi di Tulungagung yang sangat berlimpah. Apalagi kualitas padi juga sangat bagus dan kini menjadi pasokan stok beras di Bulog.
Baca Juga: Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri
"Produksi padi di Tulungagung bagus. Sehingga Bulog punya stok beras yang berlimpah. Bahkan kini kapasitas gudang harus ditambah," ujarnya, Senin (27/4/2026).
Anggia menjelaskan, salah satu program yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto adalah swasembada pangan. Kini petani sudah mampu memproduksi padi dan Indonesia tidak perlu impor beras.
"Impian saya Indonesia itu tidak impor beras, dan kini impian sudah terwujud," jelasnya.
Capaian positif dalam bidang pertanian, diharapkan dapat mamacu semangat petani. Mulai dari regenerasi petani muda hingga transformasi teknologi petanian.
"Mudah-mudahan bisa menjadi semangat petani. Sehingga regenerasi petani muda bisa terus berjalan," terangnya.
Baca Juga: Datangi DPRD, PPPK Paruh Waktu di Tulungagung Wadul Gaji Tak Layak
Sementara itu Direktur Pengadaan Bulog, Prihasto Setyanto menambahkan, pada tahun 2026 Bulog ditargetkan dapat melakukan serapan beras hingga 4 juta ton. Hingga kini, realisasi serapan beras telah mencapai 2,4 juta ton.
"Juni nanti kami optimis bisa selesaikan target serapan beras sebanyak 4 juta ton," imbuhnya.
Khusus di Jawa Timur, serapan beras telah mencapai 1,3 juta ton. Stok beras di Jawa Timur menjadi angka tertinggi sepanjang sejarah di Indonesia.
"Jadi ini memang capain tertinggi sepanjang sejarah di Indonesia terkait serapan beras yang dilakukan oleh Bulog," paparnya.
Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya
Disisi lain, stok beras di gudang Bulog seluruh Indonesia mencapai 5,1 juta ton. Jumlah tersebut mampu bertahan hingga 11 bulan mendatang.
"Jika tidak ada panen sama sekali, kami masih punya cadangan beras 5,1 juta ton yang dapat bertahan selama 11 bulan ke depan," pungkasnya.
Editor : Bramanta