Kamis, 18 Jun 2026 02:39 WIB

Lukisan Pertama untuk Institut Marhaen dan Bandung Bersejarah di Untag Surabaya

jatimnow.com - Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menjadi tuan rumah dalam ‘Syukuran Lukisan Pertama untuk Institut Marhaen dan Bandung Bersejarah’.

Ketua Pelaksana Nuniek Silalahi memaparkan kegiatan yang diinisiasi oleh Institut Marhaen tersebut bertujuan untuk melestarikan sejarah dan mensosialisasikan ajaran Bung Karno.

Baca Juga: Mahasiswa UNTAG Surabaya Bantu UMKM Mojo Urus Legalitas dan Go Digital

"Ceritanya ada Kang Marhaen yang memberi inspirasi kepada Bung Karno sehingga menamakan Teori Perjuangan Anti Kemiskinan (teori perjuangan kemerdekaannya) Marheinisme," jelas Nuniek Silalahi, Selasa (6/4/2021).

"Dia ini (Kang Marhaen) sebagai rakyat Indonesia yang miskin padahal punya sawah, punya sapi, punya cangkul. Tapi miskin, karena dimiskinkan oleh sistem penjajahan. Oleh karena itu penjajahannya harus diberhentikan," imbuhnya.

Wali Kota Eri Cahyadi dalam sambutannya mengaku sangat mengapresiasi lukisan karya Sudiyanto Pandji Wiryoatmodjo itu.

Baca Juga: Untag Surabaya Paparkan Strategi Internasionalisasi Kampus Swasta di Forum Pendidikan Global Tiongkok

Menurutnya lukisan tersebut sangat menginspirasi gerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia demi kesejahteraan bangsa Indonesia.

Eri yang juga Alumni Magister Teknik Sipil Untag Surabaya ini berpesan agar warga Kota Pahlawan bisa mewarisi keikhlasan Bung Karno dalam memimpin.

"Melukis ini sangat sulit karena melukis Bung Karno butuh ketulusan hati dan menunjukkan kecerdasan superior sebagai bapak bangsa," ujar Eri Cahyadi.

Baca Juga: Ketika Riset Menjadi Administrasi, Negara Kehilangan Senjata

Pendiri Institut Marhaen, Jacobus Kamarlo Mayongpadang mengatakan lukisan ini penting karena menggambarkan titik awal pergerakan kemerdekaan Indonesia yakni kemerdekaan dimulai dari tengah sawah. Pada pertemuan (dengan Kang Marhaen) itu Bung Karno memutuskan Indonesia harus merdeka.

"Esensi kemerdekaan Indonesia, untuk meningkatkan taraf hidup orang Indonesia. Karena Bung Karno tidak tahan melihat nasib orang di sawah, membantu Marhaen untuk meningkatkan taraf hidupnya. Inilah esensi kemerdekaan," katanya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.