Senin, 22 Jun 2026 16:29 WIB

Ini Motif Remaja di Mojokerto yang Aniaya Ibu, Bapak dan Adiknya Gunakan Martil

Remaja penganiaya keluarga yang diamankan Polres Mojokerto
Remaja penganiaya keluarga yang diamankan Polres Mojokerto

jatimnow.com - Remaja 17 tahun yang menganiaya ibu, bapak dan adik kandungnya mengaku nekat melakukan perbuatan itu karena sering disalahkan atau dibeda-bedakan oleh keluarganya.

Pelaku bernisial DMP itu menyebut dirinya sakit hati sama keluarganya karena sering dibedakan dengan orang lain.

Baca Juga: Tiga Warga Sidotopo Jadi Korban Dugaan Perampasan dan Penganiayaan Saat HUT Persebaya

"Karena mangkel (kesal) dibeda-bedakan sama anak tetangga. Itu lihat pintar, kamu bisa apa kamu goblok. Dari kecil sudah dibedakan, dipukul sampai sekarang," katanya di Mapolres Mojokerto, Kamis (1/4/2021).

Baca juga: 

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan pelaku menganiaya bapaknya yang bernama Sugianto, ibunya Tatik Kuswatin (46) dan adiknya yakni Dayung Rahmat Adi Santoso (8).

"Pelaku adalah anak kandung. Dari pemeriksaan, ia melakukan aksinya didasari karena sakit hati karena dibedakan dengan adiknya," kata Dony.

Ia menyebut, tersangka melakukan penganiayaan itu menggunakan palu atau martil yang berada di gudang atau belakang rumah.

Baca Juga: Diduga Menjadi Korban Penganiayaan, Ajudan Wakapolres Blitar Alami Hidung Patah

"Palu itu dihujamkan ke kepala orang tua ayahnya sebanyak satu kali. Lalu masuk ke kamar ibunya dan memukulkan palu itu sebanyak 4 kali hingga tidak tergerak lagi dan melihat ayahnya bergerak untuk bangun dan memukuli lagi sebanyak empat kali," ungkap mantan Kapolres Pasuruan Kota ini.

"Tiba-tiba, adiknya yang ada di sebelah ayahnya bangun. Pelaku juga memukulinya sebanyak empat kali. Setelah yakin bahwa para korban tak bergerak, ia keluar rumah. Sebelum keluar, pelaku membuka dompet orangtuanya dan mengambil uang senilai Rp 3.900.000," imbuhnya.

Tersangka kemudian membeli barang-barang diantaranya tas pinggang pada pukul 06.00 Wib. Ia kemudian berjalan menuju ke terminal untuk melarikan diri ke Solo.

"Tersangka ditangkap dan tidak melakukan perlawanan. Tersangka ini merupakan anak punk, dulu tersangka sering mengonsumsi lem namun dari pengecekan urine tidak mengandung zat adiktif lain atau narkotika," bebernya.

Baca Juga: Organisasi Aremania Utas Ganti Kerugian Wisatawan Asal Surabaya

Alumni Akpol 2000 ini menyebut, korban ayah dan adiknya dalam kondisi kritis sedangkan untuk ibunya dan sehat.

"Ayah dan adiknya dalam kondisi kritis karena ada pecahnya tengkorak kepala akibat benturan benda tumpul atau keras yang berbentuk palu. Sudah direncanakan, saat beraksi tersangka sambil mendengarkan musik di handphone dan muncul keinginan pembunuhan tersebut," tandasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.