Senin, 22 Jun 2026 23:27 WIB

Tiga Warga Sidotopo Jadi Korban Dugaan Perampasan dan Penganiayaan Saat HUT Persebaya

Tiga warga Sidotopo mengaku menjadi korban perampasan dan penganiayaan yang dilakukan sekelompok orang. (Foto: Ilustrasi AI/JatimNow.com)
Tiga warga Sidotopo mengaku menjadi korban perampasan dan penganiayaan yang dilakukan sekelompok orang. (Foto: Ilustrasi AI/JatimNow.com)

jatimnow.com - Perayaan Hari Ulang Tahun atau HUT Persebaya Surabaya ke-99 diwarnai dugaan tindak kriminal. Tiga warga Sidotopo mengaku menjadi korban perampasan dan penganiayaan yang dilakukan sekelompok orang yang mengatasnamakan Bonek Mania di kawasan Jalan Pencindilan, Surabaya, Rabu (17/6/2026) malam.

Salah satu korban, Aminah, mengatakan peristiwa terjadi sekitar pukul 21.00 WIB di depan Sekolah Petra. Saat itu, ia bersama kakaknya, Samsul, dan keponakannya, Tasya, sedang mengikuti perayaan ulang tahun klub kebanggaan Kota Pahlawan tersebut.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Kenalkan 5 Amunisi Baru, Eks Kiper PSM hingga Legenda Persik

Menurut Aminah, situasi berubah ketika sekelompok orang tiba-tiba menyerang mereka. Selain melakukan kekerasan, kelompok tersebut juga mengambil barang bawaan milik keponakannya.

“Peristiwa itu benar-benar di luar dugaan. Mereka langsung menyerang dan merampas barang yang dibawa keponakan saya,” ujar Aminah.

Tak hanya itu, kakaknya disebut menjadi sasaran penganiayaan hingga mengalami patah tulang. Sementara Aminah dan Tasya mengalami luka-luka akibat terjatuh dari sepeda saat berusaha menyelamatkan diri.

“Mereka memukuli kakak saya hingga mengalami patah tulang. Saya dan keponakan juga mengalami luka karena jatuh dari sepeda,” katanya.

Baca Juga: ASN Kota Probolinggo Ditantang Manfaatkan Medsos untuk Promosi Daerah

Aminah menilai tindakan tersebut telah merugikan banyak pihak, termasuk mencoreng nama baik Persebaya Surabaya yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat Kota Surabaya.

Ia berharap aparat kepolisian segera mengusut kasus tersebut dan menangkap para pelaku.

“Saya berharap polisi bertindak tegas karena kejadian seperti ini meresahkan masyarakat. Hari ini saya sudah membuat laporan di Polsek Genteng agar kasus tersebut diusut tuntas dan pelakunya ditangkap,” tegasnya.

Baca Juga: Ernando Ari Tandatangani Kontrak Panjang Bersama Persebaya Surabaya, Ini Alasannya

Selain melapor ke kepolisian, Aminah mengaku telah mengunggah rekaman video kejadian ke berbagai platform media sosial. Langkah itu dilakukan agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

“Banyak warganet yang memberikan dukungan agar kasus ini diproses dan tidak terulang lagi di masa mendatang,” tuturnya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait perkembangan penyelidikan maupun identitas para pelaku yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.