Senin, 22 Jun 2026 01:05 WIB

Jurnalis di Tulungagung Juga Tuntut Pelaku Kekerasan Terhadap Nurhadi Ditangkap

Aksi wartawan Tulungagung menuntut polisi menangkap pelaku kekerasan terhadap Jurnalis Tempo, Nurhadi
Aksi wartawan Tulungagung menuntut polisi menangkap pelaku kekerasan terhadap Jurnalis Tempo, Nurhadi

jatimnow.com - Aksi solidaritas menolak kekerasan terhadap Jurnalis Tempo Nurhadi di Surabaya dilakukan puluhan jurnalis dan aktivis pers Gerakan Journalis Anti Kekerasan (GEJOLAK) Tulungagung, Rabu (31/3/2021).

Dalam aksinya di depan Mapolres Tulungagung itu, puluhan jurnalis mengecam kekerasan yang dilakukan oleh oknum aparat terhadap Nurhadi saat menjalankan tugas jurnalistik. Mereka melakukan long march dari kantor DPRD dan sempat berorasi di Simpang Empat Tulungagung Teather.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Koordinator aksi, M Aminun Jabir mengatakan, hingga Tahun 2020 kekerasan kepada jurnalis terus meningkat. Dari data LBH Pers Tahun 2019 sampai 2020 terjadi peningkatan 32 persen kekerasan terhadap wartawan.

"Ini tidak bisa dibiarkan. Kekerasan terhadap jurnalis terus terjadi dan cenderung meningkat setiap tahunnya," kata Aminun.

Aksi wartawan Tulungagung menuntut polisi menangkap pelaku kekerasan terhadap Jurnalis Tempo, NurhadiAksi wartawan Tulungagung menuntut polisi menangkap pelaku kekerasan terhadap Jurnalis Tempo, Nurhadi

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Sampai di depan Mapolres Tulungagung, puluhan jurnalis melakukan orasi dan teatrikal serta menanggalkan kartu pers dan juga ponsel hingga kamera mereka untuk ditaburi bunga sebagai simbol matinya kebebasan pers.

"Kami menuntut polisi agar mengusut tuntas dan menangkap oknum yang terlibat dalam kekerasan terhadap rekan kami Jurnalis Tempo Nurhadi," tegas Aminun.

Sementara Kapolres Tulungagung AKBP Handono Subiyakto didampingi Kasdim 0807 Tulungagung, Mayor Wahono yang menemui aksi solidaritas itu membubuhkan tanda tangan petisi tolak kekerasan jurnalis di kain berwarna putih.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

"Komitmen kami, kejadian itu harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku, secara transparan dan profesional. Kami berkomitmen peristiwa yang terjadi di Surabaya tidak terjadi di Tulungagung," tandasnya.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.