Kamis, 18 Jun 2026 04:33 WIB

Anggota Polresta Malang Kota yang Salah Sasaran Kolonel TNI AD Diperiksa Propam

  • Penulis :
  • | Jumat, 26 Mar 2021 14:24 WIB
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko (kanan) - Foto: Dok. jatimnow.com
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko (kanan) - Foto: Dok. jatimnow.com

jatimnow.com - Empat anggota Satresnarkoba Polresta Malang Kota yang salah sasaran menggerebek Kasubditbinbekhar Sdircab Pushubad, Kolonel Chb I Wayan Sudarsana di Hotel Regent Park Kota Malang diperiksa Propam Polri.

Pemeriksaan itu dilakukan setelah Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata, Kasat Resnarkoba Polresta Malang Kompol Anria Rosa Piliang dan empat anggotanya yang melakukan penggerebekan bertemu dan meminta maaf kepada Kolonel Sudarsana serta TNI AD.

Baca Juga: Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus di Malang, Nilai Investasi Capai Rp800 Miliar

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko membenarkan adanya salah sasaran yang dilakukan empat anggota Satresnarkoba Polresta Malang Kota tersebut.

Baca juga:  Gerebek Kolonel TNI AD, Satnarkoba Polresta Malang Kota Ternyata Salah Sasaran

"Iya, memang benar ada kejadian itu. Ada empat orang anggota (Satresnarkoba Polresta Malang Kota) yang melakukan kesalahan prosedur saat penggerebekan. Saat ini mereka sedang diperiksa Propam Polri," kata Gatot saat dikonfirmasi, Jumat (26/3/2021).

Gatot menyebut, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 04.30 Wib, Kamis (25/3/2021).

Baca Juga: Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi

"Kami sudah melakukan mediasi dengan beliau, sudah saling memaafkan. Namun kami tetap melakukan penyidikan terhadap anggota yang salah melakukan prosedur dalam penggerebekan itu," jelas Gatot.

Gatot mengingatkan kepada seluruh personel yang bertugas di lapangan untuk taat prosedur dalam melakukan tindakan kepolisian, terutama dalam melakukan pengembangan kasus tertentu.

Para personel kepolisian diharapkan bisa benar-benar menggali dan mendalami informasi yang didapatkan. Selain itu, personel kepolisian diharapkan tidak mudah percaya dengan informasi yang diberikan tersangka yang sudah diamankan.

Baca Juga: Lewati Jalur Ilegal, Pendaki Gunung Semeru Dilaporkan Jatuh ke Jurang

"Informasi yang diterima oleh petugas di lapangan dari pelaku, itu harus benar-benar digali dan didalami sehingga tidak terjadi salah penggerebekan seperti ini," tegas Alumni Akpol 1991 tersebut.

Gatot memastikan hubungan antara Polri dan TNI tetap solid. Apalagi empat anggota yang melanggar prosedur penggerebekan itu diproses sesuai aturan yang berlaku.

"Kami sudah mediasi, sudah tidak ada masalah. Kami tetap solid. Tapi anggota yang melakukan kesalahan tetap dilakukan proses hukum dan saat ini sudah diadakan penahanan dari Propam," pungkasnya.

Editor : Tim Jatimnow
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.