Jumat, 19 Jun 2026 19:43 WIB

75 Perawat di Ponorogo Terkonfirmasi Covid-19 Selama Pandemi, 1 Meninggal

Ilustrasi/Republika
Ilustrasi/Republika

jatimnow.com - Sebanyak 75 perawat di Ponorogo terpapar Virus Corona sepanjang Pandemi Covid-19 hingga Rabu (17/3/2021). Satu di antaranya meninggal dunia.

Hal itu disampaikan Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Ponorogo, Edi Kusnanto dalam peringatan Hari PPNI Tahun 2021.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Dari jumlah itu, 74 sehat tanpa gejala. Kalau pun ada, gejalanya ringan. Cuman ada satu perawat yang meninggal," ujar Edi.

Menurut Edi, 75 perawat yang terpapar Covid-19 itu tersebar di beberapa rumah sakit dan puskesmas di Ponorogo. Mereka terkonfirmasi sewaktu bertugas karena kontak erat dengan penderita.

"Meskipun sudah memakai APD lengkap, mungkin imun mereka sedang menurun karena terlalu capek dan sebagainya," jelasnya.

Saat ini ada 1.700 anggota PPNI di Ponorogo dan yang sudah bekerja sekitar 1000 orang. Dan semua anggota PPNI yang sudah bekerja itu dipastikan sudah divaksin.

"Sudah lengkap dua kali dosis. Kecuali yang terkonfirmasi, ditunda tiga bulan," tambahnya.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Edi mengaku, semua anggota PPNI sudah mendapat jaminan dari pemerintah. Untuk perawat tentunya yang meninggal mendapat santunan, sedangkan untuk yang terkonfirmasi, mendapat gratis perawatan.

"Bahkan mendapat obat paket dari wilayah puskemas masing-masing. Untuk tunjangan juga ada berdasarkan hitungan tersendiri sesuai juklak yang ada," paparnya.

Edi berharap agar semua perawat sebagai garda terdepan pelayan kesehatan di masa pandemi ini tetap menjaga prokotol kesehatan serta menjaga imun dengan tetap harus istirahat.

Baca Juga: Konflik Timur Tengah, Puluhan Perawat dan Bidan Asal Jember Dipastikan Aman

"Insentif juga disediakan untuk menambah kesejahteraan dari anggota," ucapnya.

Untuk jam kerja para perawat selama pandemi ini, juga sudah diatur secara shift. Namun ketika dibutuhkan, sewaktu-waktu memang harus berangkat.

"Karena perawat itu manakala terjadi insiden seperti kematian dan sebagainya, mau tidak mau meski di luar jam kerja, harus siap 24 jam," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.