Kamis, 18 Jun 2026 05:04 WIB

Terima Keluhan Petani atas Anjloknya Harga Gabah, Ini Kata Komisi XI DPR RI

jatimnow.com - Jelang panen raya, harga gabah di tingkat petani mulai merosot. Padahal seharusnya, musim panen adalah saatnya petani menikmati hasilnya.

Itu disampaikan anggota Komisi Xl DPR RI M. Sarmuji saat reses di Dapil Jatim Vl. Ia mengaku banyak menerima keluhan dari petani terkait anjloknya harga gabah jelang musim panen.

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

"Kalau pemerintah tidak segera melakukan intervensi akan sangat mengkhawatirkan," tegasnya dalam siaran pers yang diterima redaksi, Senin (8/3/2021).

Menanggapi keluhan petani, anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar meminta agar pemerintah mengambil langkah segera untuk menstabilkan harga.

“Pemerintah harus segera memerintahkan Bulog untuk mempercepat penyerapan gabah dari petani dengan harga yang memungkinkan petani untuk mendapatkan keuntungan yang layak dari usahanya," pintanya.

Sarmuji menekankan agar pemerintah saat ini tidak berfikir inflasi karena justru tergolong rendah. Justru sebaliknya harus berfikir nilai tukar produk pertanian agar tetap terjaga.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

Menurutnya, peran Bulog harus dioptimalkan sebagai penyangga harga dengan menyerap sebanyak mungkin gabah dan beras petani di saat panen raya.

Disinggung soal rencana pemerintah melakukan impor beras, Sarmuji yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jatim itu meminta agar impor yang ditujukan sebagai penyangga stok tidak dilakukan dalam waktu dekat dan hanya dilakukan sesuai kebutuhan saja.

Kuota satu juta ton seperti yang disampaikan pemerintah tidak harus dilakukan semuanya. Pemerintah harus melihat dulu berapa beras yang dihasilkan.

Baca Juga: Adela Kanasya Adies Tebar Kurban untuk Warga Surabaya dan Sidoarjo

"Kalaupun impor harus dilakukan karena terpaksa. Jika beras dalam negeri ternyata mencukupi, impor beras tidak perlu dilakukan," tegas Sarmuji sambil menyebut impor yang tidak tepat akan semakin memperparah turunnya harga gabah.

Pernyataan Sarmuji ini juga didasari oleh data yang menyatakan adanya penambahan luas lahan baku sawah. Penambahan luas lahan baku sawah akan memungkinkan peningkatan produksi padi petani.

"Petani adalah kelompok profesi yang selalu menerima keadaan. Kelompok yang nrimo ini justru harus diperhatikan oleh pemerintah karena kurang mendapatkan ruang ekspresi untuk menyuarakan kepentingannya," pungkasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.