Jumat, 19 Jun 2026 00:25 WIB

Pandemi Covid-19

82 SD-SMP di Kota Mojokerto Gelar Pembelajaran Tatap Muka Serentak

jatimnow.com - Sebanyak 82 sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Mojokerto mulai menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) di masa Pandemi Covid-19.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari didampingi Ketua DPRD Sunarto serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Amin Wachid meninjau sekolah tatap muka di beberapa SD dan SMP untuk memastikan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan protokol kesehatan ketat.

Baca Juga: Kejari Jember Periksa 20 Saksi Terkait Dugaan Korupsi Dana BOS

Baca juga: Pembelajaran Tatap Muka SD dan SMP di Kota Mojokerto Dimulai Maret

"Ada 52 SD negeri dan 11 SD swasta, serta 9 SMP Negeri dan 10 SMP swasta yang serentak mengadakan pembelajaran tatap muka," kata Ika Puspitasari dalam siaran pers yang diterima redaksi, Selasa (2/3/2021).

Ning Ita sapaan akrab wali kota menjelaskan, ruang kelas hanya boleh diisi maksimal 50 persen sesuai Perwali 55 Tahun 2020.

"Karena itulah, makanya ada sesi 1 dan sesi 2. Dimana, antara sesi 1 dan sesi 2 ini, mereka tidak dipertemukan. Sehingga tidak terjadi kerumunan," paparnya.

Menurutnya, pembelajaran secara tatap muka perlu segera dilaksanakan karena sudah menjelang akhir tahun pembelajaran.

Baca Juga: Kisah Bu Diyem, 55 Tahun Mendorong Gerobak Jamu hingga Baitullah

"Ini kesempatannya sangat terbatas hanya kurang lebih 6 minggu anak-anak bisa mengikuti pembelajaran. Waktu singkat ini saya berharap bisa manfaat sebelum ujian kenaikan kelas," ungkapnya.

Terkait ada orang tua siswa yang tidak memberikan izin anaknya mengikuti pembelajaran secara tatap muka, wali kota menyebut tidak ada masalah karena menurutnya orang tua siswa yang paham kondisi anaknya.

"Ini kan orang tua yang bisa mempertimbangkan karena ada penyakit bawaan dan seterusnya. Maka, orang tualah diberi kewenangan untuk mengizinkan atau tidak mengizinkan,” paparnya.

"Protokol kesehatan memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau handsanitizer, menjaga jarak dan menghindari kerumunan harus benar-benar diperhatikan. Sehingga, para siswa bisa belajar dengan nyaman serta seluruh instruksi sebagai pedoman bersama dalam melaksanakan protokol Kesehatan," pesannya.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Minta Wali Kota Mojokerto Siapkan Sekolah Rakyat

Sementara siswa kelas IV SDN Gedongan 1 Cahya Dewi mengatakan, dirinya merasa senang bisa belajar langsung di kelas dan bisa bertemu dengan guru serta bisa bertemu dengan teman.

"Kalau di sekolah bisa ketemu teman, dijelaskannya lebih jelas, jadi lebih menangkap pelajarannya. Semoga bisa belajar terus di kelas meski harus pakai masker dan faceshild," kata Cahya Dewi.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.