Jumat, 19 Jun 2026 13:32 WIB

Sungai Meluap, Ratusan Rumah di Cirebon Terendam Banjir

Ilustrasi banjir/ Republika
Ilustrasi banjir/ Republika

jatimnow.com - Ratusan rumah warga di Desa Ciuyah, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, terendam banjir, Kamis (18/2) malam.

Peristiwa itu terjadi akibat meluapnya sungai Ciberes, setelah diguyur hujan dengan intensitas besar dan durasi sangat lama.

Baca Juga: Kebijakan Pendidikan Jabar yang Bikin Geleng-Geleng Kepala

''Ketinggian air yang masuk ke pemukiman warga mencapai 20 - 150 sentimeter,'' ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, Alex Suheriyawan, Jumat (19/2/2021).

Alex menyebutkan, berdasarkan pendataan sementara, banjir merendam 712 rumah warga di tiga blok, yakni Blok 1, Blok 2 dan Blok 3. Dari tiga blok itu, tercatat ada 1.010 kepala keluarga (KK) atau 2.333 jiwa yang terdampak.

''Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut,'' kata Alex.

Namun, lanjut Alex, 41 warga terpaksa harus mengungsi akibat ketinggian air yang merendam rumah mereka. Di antara para pengungsi itu, terdapat tiga orang lansia dan delapan anak-anak.

Hingga pukul 21.20 Wib, ketinggian air perlahan mulai surut menjadi 20 - 120 sentimeter.

Baca Juga: Prabowo Ajak Nelayan Bangkitkan Ekonomi Skala Lokal

Sementara itu, dalam waktu bersamaan, banjir juga merendam Desa Kedungsana, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon. Ada lima rumah di desa itu yang terendam banjir dengan ketinggian 20 - 60 sentimeter.

''Banjir disebabkan hujan dengan intensitas besar dan durasi sangat lama sehingga Sungai Soka meluap dan masuk permukiman warga,'' kata Alex.

Hingga pukul 21.30 Wib, tinggi muka air di desa tersebut perlahan mulai surut.

 

Baca Juga: Warga Garut Merantau ke Lamongan Raup Rezeki Pernak-pernik HUT RI

Lihat Artikel Asli

DisclaimerBerita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.