Kamis, 18 Jun 2026 08:25 WIB

7 Hari Tak Surut, Warga Jombang Gotong Keranda Jenazah Terjang Banjir

Screenhot video
Screenhot video

jatimnow.com - Sebuah video memperlihatkan puluhan orang menggotong keranda jenazah di tengah genangan banjir yang tidak kunjung surut selama 7 hari terakhir, Kamis (11/2/2021).

Video itu diketahui terjadi di bawah under pass Tol Solo-Kertosono tepatnya di Dusun Kedunggabus, Desa/Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

Perangkat Desa Bandarkedungmulyo, Muhaimin mengatakan kejadian yang memilukan itu terjadi di bawah under pas Tol Solo-Kertosono.

"Pemakaman lewat terowongan under pas itu memang benar. Untuk banjir ini tidak layak karena waktu dulu diprotes oleh warga terlalu dalam ambilnya dan disesuaikan dengan keadaan tanah yang ada di sawah. Sedangkan di pemukiman terlalu dalam begitu ada banjir tidak bisa dilalui," kata Muhaimin.

Ia menambahkan, jenazah yang digotong adalah almarhumah Siti Aminah (70), warga Dusun Kedunggabus. Jenazah akan dimakamkan di tempat pemakaman umum dusun setempat dan warga terpaksa menerjang banjir.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

"Makamnya ada di Dusun Kedunggabus cuma melewati lintas underpas. Bisa putar lewat Pucangsimo terus ke Perak balik lagi ke Bandarkedungmulyo kan tidak mungkin. Tadi pagi mau minta bantuan ambulans kebetulan tidak ada yang kosong terpaksa warga memakamkan jenazah dengan cara dipikul secara bergantian," terangnya.

Menurut Muhaimin, sejak banjir dalam 7 hari terakhir ada 3 orang meninggal dan harus menerjang air untuk proses pemakaman.

Baca Juga: Jombang Terancam Krisis Mikroplastik, Limbah Domestik Jadi Biang Kerok

"Orang yang ketiga, kebetulan yang utara mulai surut jadi proses mensucikan dilakukan di rumah. Yang dua orang sebelumnya harus mensucikan jenazah di rumah sakit karena tida bisa dilakukan di rumah. Jarak dari rumah duka ke tempat pemakaman sekitar 700 meter kalau memutar sekitar 7 kilometer," pungkasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.