Senin, 15 Jun 2026 21:25 WIB

Gletser Himalaya di India Longsor, 150 Orang Diperkirakan Tewas

jatimnow.com - Setidaknya 150 orang di India utara dikhawatirkan tewas setelah gletser Himalaya patah dan menghantam bendungan pada Minggu (7/2) pagi waktu setempat.

Banjir telah memaksa warga sejumlah desa di hilir dievakuasi.

Baca Juga: Berkali Ganti Bupati, Warga Karang Mluwo Jember Masih Dihantui Banjir

Foto menunjukkan arus banjir menghanyutkan lumpur dan reruntuhan bangunan di Distrik Chamoli setelah sebagian gletser di Nanda Devi patah.

"Jumlah sebenarnya belum dikonfirmasi, tetapi 100 hingga 150 orang dikhawatirkan tewas," kata Om Prakash, sekretaris kepala negara bagian Uttarakhand, tempat insiden itu terjadi, kepada Reuters.

Seorang saksi melaporkan dinding debu, batu, dan air saat longsoran salju menderu di lembah sungai.

"Banjir datang sangat cepat, tidak ada waktu untuk memperingatkan siapa pun. Saya merasa bahwa bahkan kami akan tersapu," kata Sanjay Singh Rana yang tinggal di Desa Raini.

Dia mengungkapkan penduduk desa setempat khawatir bahwa orang-orang yang bekerja di proyek pembangkit listrik tenaga air di dekatnya tersapu, termasuk warga yang berkeliaran di dekat sungai mencari kayu bakar atau menggembalakan ternak mereka.

Perdana Menteri India Narendra Modi mengatakan dia sedang memantau situasi dengan cermat.

"India mendukung Uttarakhand dan bangsa itu berdoa untuk keselamatan semua orang di sana,” katanya di Twitter setelah berbicara dengan kepala menteri negara bagian.

Menurut pemerintah federal Angkatan Udara India sedang dipersiapkan untuk membantu operasi penyelamatan.

Baca Juga: Siswa di Jember Naik Rakit ke Sekolah, Jembatan Putus Diterjang Banjir

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri India Amit Shah mengatakan tim tanggap bencana sedang diterbangkan untuk membantu dengan bantuan dan penyelamatan.

"Semua perwira yang bersangkutan bekerja dengan pijakan perang," kata Shah lewat Twitter pribadinya.

Negara bagian Uttar Pradesh, negara bagian terpadat di India, juga membuat daerah tepi sungainya dalam keadaan siaga tinggi. Uttarakhand di Himalaya rawan banjir bandang dan tanah longsor.

Pada Juni 2013, rekor curah hujan menyebabkan banjir dahsyat yang merenggut hampir 6.000 jiwa. Bencana tersebut dijuluki sebagai 'Tsunami Himalaya' oleh media India.

Hal itu karena aliran air yang mengalir di daerah pegunungan tersebut menyebabkan jatuhnya lumpur dan batu, mengubur rumah, menyapu bangunan, jalan serta jembatan.

Baca Juga: Menjelajahi Bhutan, Destinasi Spiritual yang Menghidupkan Tradisi Kuno

 

Lihat Artikel Asli

DisclaimerBerita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

 

 

Editor : REPUBLIKA.co.id
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.