Senin, 15 Jun 2026 22:18 WIB

Pemkab akan Bantu 39 Rumah Warga Pasuruan yang Terdampak Luapan Sungai

  • Penulis : Moch Rois
  • | Jumat, 05 Feb 2021 09:56 WIB

jatimnow.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan akan membangun dan membenahi kembali rumah milik warga di Dusun Genuk Watu, Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol yang hilang atau rusak diterjang banjir akibat luapan Sungai Pulungan.

Sekretaris daerah (Sekda) Kabupaten Pasuruan, Anang Saiful Wijaya menjelaskan pemkab akan kerja cepat untuk langkah-langkah pembangunan dan pembenahan rumah terdampak banjir.

Baca Juga: Sungai Serinjing Kediri Meluap, Sumbatan Sampah Pemicunya

Baca juga:  

"Hari ini unsur Forkopimda dan relawan bersama melakukan bakti sosial pembersihan material banjir dan puing-puing bangunan. Selain itu, BPBD sejak kemarin sudah melakukan asasmen terhadap rumah-rumah yang terdampak," jelas Anang, Jumat (5/2/2021).

Dari data BPBD Kabupaten Pasuruan, 39 rumah terdampak yang di asesmen. Tercatat ada rumah 6 hilang tersapu banjir, sedangkan 33 rumah lainnya rusak dalam kategori berat dan sedang.

Baca Juga: Sungai Meluap, Banjir Rendam Pemukiman hingga Jalan Poros Nasional di Lamongan

"Rumah yang di asesmen berjumlah 39. Enam rumah diantaranya hilang tersapu banjir, 33 rumah rusak sedang sampai berat," ungkapnya.

Anang menegaskan untuk rumah yang hilang akan diganti dengan bangunan permanen. Sama seperti sebelumnya.

"Untuk rumah yang hilang akan dibangunkan kembali dengan bangunan permanen," tegasnya.

Baca Juga: Wabup Pasuruan Daftarkan 1800 Nelayan jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Terkait berapa besaran batuan yang akan diberikan, Anang belum bisa berkomentar. Sebab, besaran bantuan mengacu dari hasil asesmen. Namun menurutnya, yang jelas setiap nilai bantuan akan disesuaikan kemampuan keuangan daerah.

"Sistemnya seperti bantuan rumah tidak layak huni (RTLH). Dana ganti ruginya akan ditransfer langsung ke rekening masing-masing korban," tandasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.