Senin, 15 Jun 2026 20:12 WIB

Jahe Jadi Kode, Residivis ini Edarkan Sabu Dibungkus Sedotan Berwarna

jatimnow.com - Ada saja strategi yang digunakan para pengedar narkoba untuk memuluskan bisnis terlarangnya agar tak terendus polisi.

Seperti halnya yang dilakukan Yoyok Sulistyo (32), warga Jalan Jenggolo, Pucang, Sidoarjo residivis kasus narkoba itu.

Baca Juga: Satresnarkoba Polres Gresik Ringkus 5 Pengedar Sabu dan Pil Koplo

Meski baru 4 bulan bebas dari penjara, ia meminta para pelanggannya menggunakan kode khusus saat memesan sabu kepadanya.

Selain itu untuk membedakan kadar berat atau paket sabu yang dijualnya, sabu tersebut di bungkus dengan plastik sedotan warna-warni.

"Agar transaksinya tidak mencolok, pelaku ini mengganti sebutan sabu menjadi jahe ketika bertransaksi. Tebukti dari komunikasi yang ada di handphonenya. Tapi tetap saja hal itu diketahui oleh kami dan berhasil menangkapnya,” ujar Kasatresnarkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Memo Ardian, Selasa (2/2/2021).

Alumni Akpol tahun 2002 itu menambahkan, penangkapan ini hasil dari perkembangan kasus-kasus sebelumnya yang sudah diungkap.

"Dari hasil pengembangan, Unit III menangkap pelaku saat akan melakukan transaksi di sekitaran rumahnya pada Jumat 22 Januari lalu sekitar pukul 15.00 Wib,” jelas Memo.

Baca Juga: DPRD Surabaya Dukung Penegakan Hukum Kasus Pengeroyokan Siswa SMAN 11

Dari hasil penangkapan, polisi menyita 12 poket plastik berisi sabu dengan berat total 3,6 gram beserta bungkusnya. Selain itu juga menyita uang senilai Rp 1,1 Juta.

"Kami juga menyita satu buah buku tabungan BCA atas nama pelaku, satu HP warna hitam dan satu dompet warna hijau,” katanya.

Yoyok dijerat Pasal 114 Ayat (1) dan pasal 112 ayat (1) UU. RI. No. 35 Tahun 2009, tentang narkotika.

Baca Juga: Dewan Kesenian Surabaya Persoalkan Ultimatum 7 Hari Pengambilan Gamelan

"Kami akan terus kembangkan kasus ini untuk mencari dan menemukan pelaku lainnya yang terkait," pungkas Memo.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.