Selasa, 16 Jun 2026 22:38 WIB

Diduga Salah Ambil Jenazah, Petugas Pemulasaran di Kota Malang Dipukul

Tangkapan layar video yang beredar
Tangkapan layar video yang beredar

jatimnow.com - Sebuah video berisi ketegangan antara tim pemulasaraan dengan keluarga jenazah disebut terjadi di Kota Malang. Disebut pula ketegangan terjadi lantaran petugas pemulasaran keliru membawa jenazah.

Dalam video berdurasi 1 menit 58 detik itu terdengar bahwa peristiwa terjadi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kasin, Kota Malang, Kamis (28/1/2021). Pemakaman batal dilakukan lantaran jenazah yang dibawa petugas keliru.

Baca Juga: Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus di Malang, Nilai Investasi Capai Rp800 Miliar

Peti jenazah yang sudah dimasukkan ke makam akhirnya diangkat lagi. Pemakaman itu tampat melibatkan sekitar 10 petugas pemulasaran jenazah berpakaian alat pelindung diri (APD) lengkap.

Tidak lama kemudian seorang pria berbaju hitam keluar area dan berteriak-teriak. Perekam video menyebut bahw pria itu merupakan salah satu keluarga dari jenazah yang salah dibawa petugas.

"Koordinator mana? Tanggungjawab. Koordinator kok diam tadi marah-marah, kok diam woi?" kata pria berbaju hitam itu seperti didengar jatimnow.com, Jumat (29/1/2021).

Pria tersebut langsung mendatangi petugas tapi dihalangi oleh orang yang ada di sekitar, agar suasana tetap kondusif. Ketika situasi masih belum kondusif, tiba-tiba video berakhir.

Koordinator Public Safety Rescue (PSC) 119 Kota Malang, Dhana Setiawan membenarkan bila salah satu anggotanya menerima pukulan dari pihak keluarga pasien.

"Ya sekarang opname di RS (Rumah Sakit) Panti Waluyo RKZ Malang, sekarang masih menjalani perawatan karena luka memar pada wajah," jelas Dhana.

Sementara dari keterangan resmi PSC, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.45 Wib, Kamis (28/1/2021). Setelah ishoma, tim pemakaman menuju Kamar Jenazah RSSA untuk mengambil jenazah yang akan dimakamkan di TPU Sukun.

Baca Juga: Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi

Karena ada tiga jenazah yang harus dimakamkan secara bergantian, setelah menyelesaikan dua jenazah untuk dimakamkan, tim pemakaman kembali ke KM RSSA untuk memakamkan jenazah berikutnya.

Kemudian jenazah atas nama Wakid memiliki nomor antrean nomor 4 setelah pemakaman di Kedungkandang, Karang Besuki, Sukun dan Kasin. Namun, diundur menjadi antrean nomor 5 karena tim pemakaman akan menyelesaikan terlebih dahulu pemakaman jenazah di wilayah Sukun.

Menurut Dhana, sampai di sana keluarga almarhum Wakid sempat tidak terima lantaran tak sabar menunggu. Mereka sempat adu mulut dengan dua anggota pemakaman.

Setelah diizinkan oleh tim TPU pemakaman Sukun, keluarga tidak bersedia jenazah dimakamkan oleh tim. Mereka memutuskan untuk memanggil ambulans sendiri lantaran merasa sakit hati.

Baca Juga: Lewati Jalur Ilegal, Pendaki Gunung Semeru Dilaporkan Jatuh ke Jurang

Dhana menambahkan, setelah itu Bhabinkamtibmas Bandungrejosari yaitu Aiptu Budi Setyo sekaligus penjaga kamar jenazah berusaha memediasi hingga akhirnya jenazah dibawa menuju pemakaman.

Sampai di pemakaman, salah satu anggota keluarga Wakid menyadari bahwa peti yang dibawa bukan jenazah keluarganya, melainkan jenazah atas nama Sugianto.

Tak terima, keluarga Wakid akhirnya kembali adu mulut dengan tim pemakaman hingga terjadi pemukulan.

Kata Dhana, petugas pemakaman yang menjadi korban pemakaman bernama Alfa. Petugas itu pingsan dan dilarikan ke RS untuk mendapatkan perawatan. Setelahnya, anggota tim pemakaman lainnya menuju KM RSSA untuk mengambil jenazah Wakid dan melangsungkan pemakaman.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.