Kamis, 18 Jun 2026 13:51 WIB

Gelar Musrenbangcam, Banyuwangi Fokus Pemulihan Ekonomi

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat membuka musrenbang tingkat kecamatan yang dipusatkan di Kantor Kecamatan Sempu pada Kamis (28/1/2021).
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat membuka musrenbang tingkat kecamatan yang dipusatkan di Kantor Kecamatan Sempu pada Kamis (28/1/2021).

jatimnow.com - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas meminta para camat fokus pada program pemulihan ekonomi pada 2022. Caranya dengan mendukung dan mengoptimalkan penguatan sektor strategis yang berbasis pembangunan perdesaan.

Hal tersebut disampaikan Bupati Anas saat membuka musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) tingkat kecamatan yang dipusatkan di Kantor Kecamatan Sempu, Kamis (28/1/2021). Musrenbangcam ini adalah langkah awal untuk menyusun program pembangunan Tahun 2022.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Musrenbangcam diikuti sekitar 5.000 partisipan yang tersambung secara online di 25 kecamatan se Kabupaten Banyuwangi. Termasuk diikuti secara virtual dari desa, OPD, perguruan tinggi hingga tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Bupati Anas mengatakan, Musrenbangcam Tahun 2022 difokuskan untuk menata kembali perekonomian daerah yang mengalami penurunan sejak Pandemi Covid-19 melanda.

"Bila diibaratkan seperti HP, restart perlu dilakukan agar berfungsi normal kembali. Nah saat ini perekonomian kita sedang restart karena pandemi. Dan yang akan kita lakukan adalah great restart, yaitu restart yang sekaligus menyiapkan rencana-rencana tepat, untuk pemulihan ekonomi ke depan, dalam hal ini berbasis pembangunan desa," tuturnya.

"Setiap kecamatan dan desa telah kami kirimkan masing-masing peta tantangan dan peluang yang harus diselesaikan. Harapannya agar desa dan kecamatan bisa fokus apa yang perlu digarap," tambah Bupati Anas.

Bupati Anas melanjutkan, daerah telah menetapkan fokus pembangunan berbasis pedesaan tersebut melalui tiga sektor strategis. Yakni pertanian, UMKM dan pariwisata. Pertanian di dalamnya termasuk sektor perikanan, perkebunan dan kehutanan. Selama pandemi, sektor pertanian tetap tumbuh positif.

"Alhamdulillah bidang pertanian tetap tumbuh positif. Bahkan sejumlah sektor pertanian mampu melampaui target yang telah ditetapkan. Salah satunya luas tanam padi tercapai 123 ribu hektar dari target 121 ribu hektar," sambungnya.

"Atas hal ini pada Tahun 2021, Banyuwanngi mendapatkan penambahan subsidi pupuk sebesar 36,5 persen dari 111.482 ton menjadi 150.025 ton," sambungnya.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Sedangkan fokus pembangunan berbasis desa di sektor pariwisata daerah akan terus mendorong peningkatan kualitas destinasi dan atraksi, pengembangan promosi, pemberdayaan kelompok pariwisata berbasis komunitas.

"Tentunya hal ini akan dilakukan seiring dengan pulihnya aktivitas warga setelah dilakukannya vaksinasi massal yang saat ini telah dimulai," ujarnya.

"Sedangkan di sektor UMKM, mendorong usaha mikro naik kelas melalui peningkatan kualitas dan produktivitas, fasilitasi branding dan marketing, go digital dengan pendampingan menyeluruh dan terintegrasi. Kami meminta kepada para camat untuk bisa bersinergi dengan desa guna merealisasikan semua program tersebut," papar Bupati Anas.

Selain tiga fokus pembangunan tersebut, masih ada urusan lain yang harus didorong oleh para camat di Tahun 2022. Di antaranya pembangunan pendidikan dan kesehatan hingga penurunan angka kemiskinan.

Baca Juga: Pidie Jaya Terkepung Krisis, Hendy Setiono Pasok Toren Air Bersih

Untuk bidang pendidikan Anas meminta kecamatan memonitor langsung menyisir anak putus sekolah, serta berupaya meningkatkan rata-rata lama sekolah (RLS) dan harapan lama sekolah (HLS).

Dalam kesempatan itu, Anas juga memaparkan sejumlah kecamatan dengan angka putus sekolah, jumlah kelas rusak, stunting, yang tertinggi di Banyuwangi.

Bupati Anas juga meminta para camat untuk aktif berkoordinasi dengan PKK sebagai penggerak posyandu yang menjadi ujang tombak kesehatan ibu dan anak. Khususnya untuk mengatasi kasus stunting dan kematian ibu.

"Perkuat peran PKK dan posyandu, alokasikan tambahan gizi untuk ibu dan balita. Optimalisasikan peran motivator gizi, kader posyandu dan kelompok pendamping ASI," pungkas Bupati Anas.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.