Minggu, 14 Jun 2026 19:35 WIB

Tim Ipuk-Sugirah Yakin MK akan Tolak Gugatan Yusuf-Riza

jatimnow.com – Tim kuasa hukum pasangan calon (paslon) Ipuk Fiestiandani dan Sugirah yakin Mahkamah Konstitusi (MK) akan menolak gugatan dari paslon Yusuf Widyatmoko dan Riza Aziziy.

Kuasa hukum Ipuk-Sugirah, Wakit Nurohman, mengatakan pihaknya dalam gugatan Pilkada tersebut adalah menjadi pihak terkait.

Baca Juga: Dimanakah Ibukota Indonesia yang Sebenarnya?

"Kami siap memberikan keterangan, dan menyajikan bukti serta argumentasi untuk mematahkan tuduhan tidak berdasar dalam gugatan yang dilayangkan Yusuf-Riza," ujar Wakit dalam siaran pers yang diterima redaksi, Selasa (26/1/2021).

Ia menyebut, ada beberapa argumentasi terkait optimisme bahwa MK akan menolak gugatan Yusuf-Riza.

Pertama, MK diyakini akan tetap memegang teguh UU Nomor 10/2016 tentang Pilkada yang di dalamnya mengatur soal ambang batas selisih suara yang bisa disengketakan.

"Kami meyakini, yang mulia para hakim di MK akan selalu konsisten menolak setiap gugatan Pilkada yang melebihi ambang batas selisih suara sesuai ketentuan UU Pilkada. Dalam hal ini, ambang batas selisih suara di Pilkada Banyuwangi maksimal 0,5 persen. Sedangkan selisih kemenangan Ipuk-Sugirah di Banyuwangi hampir 5 persen," ujarnya.

Baca Juga: MBG dan Ujian Negara, dari Dapur Rakyat hingga Mahkamah Konstitusi

Koordinator Tim Hukum Paslon Ipuk Sugirah, Rorry Desrino Purnama menjelaskan faktor kedua yang membuat pihaknya sangat optimistis adalah materi gugatan Yusuf-Riza tidak berdasar.

Misalnya, terkait sejumlah pembangunan jalan dan pavingisasi yang dituduh dilakukan untuk menggalang dukungan bagi Ipuk-Sugirah.

"Di mana-mana di seluruh Indonesia ini, ada atau tidak ada Pilkada, pembangunan jalan atau pavingisasi ya tetap dilakukan. Sering sekali dikatakan banyak pihak, tahun-tahun sebelumnya kan Pemkab Banyuwangi juga melakukan pembangunan jalan dan pavingisasi, mengapa kok sekarang dipermasalahkan?" tanya Rorry.

Baca Juga: MK Larang Polisi Pidanakan Wartawan, PFI: Kemenangan Besar Demokrasi

"Dan jangan lupa, Pak Yusuf Widyatmoko adalah wakil bupati incumbent, jadi pembangunan yang dilakukan Pemkab Banyuwangi selama ini tentu juga berdampak positif ke Pak Yusuf," imbuhnya.

Dia menambahkan, sejumlah laporan terkait tuduhan bahwa ada program pembangunan yang digunakan untuk meraih simpati warga ke Ipuk-Sugirah juga telah terbantahkan dalam proses pemberian keterangan dan klarifikasi di Bawaslu Banyuwangi.

"Jadi tuduhan bahwa program pembangunan dijalankan untuk memenangkan Ipuk-Sugirah sama sekali tidak berdasar," ujarnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.