Minggu, 14 Jun 2026 20:45 WIB

Banjir dan Longsor Landa Manado, Tiga Orang Dilaporkan Tewas

Banjir dan tanah longsor terjadi di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara akibat hujan dan struktur tanah yang labil (Foto: Dok. BNPB)
Banjir dan tanah longsor terjadi di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara akibat hujan dan struktur tanah yang labil (Foto: Dok. BNPB)

jatimnow.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado melaporkan tiga warga meninggal dunia akibat tanah longsor dan banjir yang kembali melanda daerah tersebut, Jumat (22/1/2021).

Kepala BPBD Manado Donald Sambuaga melalui petugas lapangan, Lee Bawole mengatakan, hingga pukul 22.00 Wita sudah tiga orang yang meninggal dunia. Di mana dua orang karena tanah longsor dan satunya korban banjir.

Baca Juga: Berkali Ganti Bupati, Warga Karang Mluwo Jember Masih Dihantui Banjir

"Data yang masuk di posko penanggulangan bencana Manado, korban yang meninggal dunia bernama Johnly Bawoleh, karena tanah longsor di Kanaan, Ranotana, kemudian Sima Inaku, di Ternate Tanjung, meninggal dunia di tempat pengungsian di Masjid Darrul Arqam, karena rumahnya banjir," katanya.

Sedangkan satu lainnya, kata dia, sedang didata identitasnya, merupakan korban tanah longsor di Teling Tingkulu.

Saat ini, tim BPBD, Basarnas, TNI, dan Polri sedang memberikan bantuan kepada para korban bencana alam di daerah setempat.

"Bukan hanya itu, Basarnas, TNi, Polri, BPBD, dan relawan sedang mengevakuasi para korban dari rumah maupun lokasi di mana terjebak banjir," ungkapnya.

Baca Juga: Mahasiswa Thailand Belajar SDGs dan Ekonomi Sirkular di Desa Suci Jember

Saat ini, BPBD bersama TNI, Polri dan Basarnas juga sedang membagi-bagikan makanan siap saji kepada para korban di rumah maupun lokasi pengungsian.

Pihaknya terus berkoordinasi dan mendata jumlah korban bencana untuk memastikan tidak ada yang terlewat dan bisa menerima bantuan.

"Malam ini kami sudah mulai bagi-bagi bantuan makanan bagi para korban yang terdampak banjir, karena sampai saat ini air masih tinggi di sejumlah lokasi, meskipun di depan posko di halaman kantor wali kota, air sudah surut," pungkasnya.

Baca Juga: Akses Jalan Utama Trenggalek-Ponorogo Mulai Dibuka Dengan Sistem Buka Tutup

 

Lihat Artikel Asli

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

Editor : REPUBLIKA.co.id
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.