Minggu, 14 Jun 2026 21:23 WIB

Longsor di Sumedang, 25 Orang Ditemukan Tewas dan 15 Masih Dicari

Petugas PMI Kabupaten Sumedang membawa jenazah korban bencana tanah longsor di Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat (Foto: Foto: Antara/Raisan Al Farisi via Republika)
Petugas PMI Kabupaten Sumedang membawa jenazah korban bencana tanah longsor di Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat (Foto: Foto: Antara/Raisan Al Farisi via Republika)

jatimnow.com - Tim Pencarian dan Penyelamatan (SAR) gabungan menemukan satu korban tambahan dalam keadaan meninggal dunia tertimbun longsor di Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Kepala Kantor SAR Bandung Deden Ridwansyah mengatakan dengan penemuan itu, kini jumlah korban meninggal dunia yang tercatat sudah ada 25 orang.

Baca Juga: Jasad Korban KM Dharma Ferry VII Ditemukan di Perairan Gresik pada Pencarian Hari Ketiga

"Korban dalam keadaan meninggal dunia di sektor satu, tepatnya di lapangan voli. Selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas Sawah Dadap," kata Deden dalam keterangannya di Bandung, Sabtu (16/1/2021).

Dengan begitu, Deden mengatakan sejauh ini masih ada 15 orang yang dinyatakan hilang dan dicari dalam peristiwa longsor tersebut.

Deden menjelaskan korban ke-25 yang teridentifikasi berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan pada Jumat (15/1) malam, pukul 22.16 Wib.

Saat itu pencarian dilanjutkan hingga malam hari karena pertimbangan cuaca yang memungkinkan untuk melanjutkan pencarian. Dalam pencarian itu, Tim SAR gabungan menggunakan sejumlah alat berat untuk mencari korban dan memindahkan material longsoran.

Baca Juga: Bocah Sambeng Tenggelam di Kali Lamong Ditemukan Sejauh 15 Km dari Titik Awal

Deden mengatakan pencarian korban longsor tersebut bakal diperpanjang selama tiga hari ke depan setelah sepekan berlalu peristiwa longsor itu terjadi.

"Sesuai dengan SOP pencarian dan pertolongan, Operasi SAR berlangsung 7 hari namun mengingat masih banyaknya korban dan banyaknya permintaan dari keluarga korban, pencarian diperpanjang hingga tiga hari mendatang," kata Deden.

 

Baca Juga: Bocah 7 Tahun yang Hanyut di Selokan Driyorejo Ditemukan Meninggal

Lihat Artikel Asli

DisclaimerBerita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

 

Editor : REPUBLIKA.co.id
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.