Selasa, 16 Jun 2026 05:51 WIB

Bocah 7 Tahun yang Hanyut di Selokan Driyorejo Ditemukan Meninggal

Tim SAR Surabaya menemukan jasad bocah tujuh tahun yang hanyut di selokan Desa Mulung, Driyorejo, Gresik. Korban ditemukan meninggal dunia sejauh 1 kilometer. (Foto/Basarnas Suabaya/jatimnow.com)
Tim SAR Surabaya menemukan jasad bocah tujuh tahun yang hanyut di selokan Desa Mulung, Driyorejo, Gresik. Korban ditemukan meninggal dunia sejauh 1 kilometer. (Foto/Basarnas Suabaya/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pencarian bocah tujuh tahun yang terseret arus selokan di Desa Mulung, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, berakhir duka. Tim SAR Gabungan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (4/2/2026) pagi, setelah sempat hilang selama belasan jam.

Korban dilaporkan hanyut pada Selasa malam saat hujan deras melanda kawasan pemukiman warga. Arus selokan yang meluap diduga kuat membuat korban tidak mampu menyelamatkan diri hingga terbawa aliran air yang sangat deras.

Baca Juga: Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Sejak menerima laporan Selasa malam, Basarnas Surabaya langsung menerjunkan tim rescue ke lokasi. Operasi dimulai sekitar pukul 23.20 WIB dengan menyisir aliran air di tengah kegelapan.

"Memasuki hari kedua, tim kami perluas area pencarian hingga dua kilometer dari titik awal kejadian. Personel dibagi menjadi dua unit kecil untuk menyisir setiap sudut selokan secara manual," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Surabaya yang bertindak sebagai SAR Mission Coordinator.

Titik terang muncul sekitar pukul 08.50 WIB. Tim SAR Gabungan mendeteksi keberadaan tubuh korban tersangkut di aliran selokan, sekitar satu kilometer dari lokasi awal dia terjatuh.

Baca Juga: Pendaki 18 Tahun Terperosok ke Jurang Semeru Sedalam 300 Meter

Petugas segera mengevakuasi jenazah korban menuju Puskesmas Driyorejo sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Penemuan ini menandai berakhirnya operasi darurat di Driyorejo. Pihak SAR mengapresiasi kerja sama lintas sektor, mulai dari BPBD Gresik, TNI/Polri, relawan lokal, hingga warga sekitar yang bahu-membahu menyisir area pencarian sejak malam hari.

Baca Juga: Pencari Ikan yang Tenggelam di Sungai Brantas Tulungagung Ditemukan Tewas

"Operasi SAR resmi kami tutup seiring ditemukannya korban. Kami berterima kasih atas dukungan penuh dari seluruh unsur gabungan dan masyarakat yang terlibat di lapangan," tambahnya.

Kini, seluruh personel dari berbagai unsur seperti Damkar Gresik, RAPI, hingga relawan YDSF dan SENKOM telah kembali ke kesatuan masing-masing. Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi warga untuk lebih waspada menjaga anak-anak saat cuaca ekstrem melanda.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.