Jumat, 19 Jun 2026 05:25 WIB

Gempa di Sulbar, BNPB: 42 Meninggal, 800 Luka-luka, 15 Ribu Mengungsi

Warga yang mengungsi (Foto: Antara/Akbar Tado via Republika)
Warga yang mengungsi (Foto: Antara/Akbar Tado via Republika)

jatimnow.com - Gempa bumi 6,2 SR yang mengguncang Mamuju, dan Majene, di Sulawesi Barat (Sulbar), mendesak belasan ribu orang mengungsi.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sampai Sabtu (16/1) mencatat, 42 orang meninggal dunia, dan sekitar 15 ribu warga saat ini berada di pengungsian. Sekitar 800 orang, mengalami luka berat, dan ringan.

Baca Juga: Gempa Manado 7,6 SR, Saatnya Pakai Fondasi Tahan Gempa

Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Raditya Jati menyampaikan, di Kabupaten Mamuju, catatan meninggal dunia sebanyak 34 orang.

Di Kabupaten Majene, meninggal dunia ada delapan nama. Sedangkan 189 warga di Mamuju, mengalami luka kategori berat. Sekitar 637 warga di Majene, dalam perawatan luka-luka ringan.

"Untuk pengungsian, sekarang ada di 10 titik. Dan pasien sementara ini dirawat, dan dievakuasi di RS Lapangan,” kata Jati dalam rilis BNPB yang diterima wartawan di Jakarta, Sabtu (16/1/2021).

Sampai saat ini, proses evakuasi, dan pendataan korban, serta pengungsian masih terus dilakukan. Tim evakuasi gabungan, terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Majene, dan Mamuju, dibantu oleh tim BPBD Polewali Mandar.

"Mereka melakukan pendataan, dan mendirikan tempat pengungsian, dan evakuasi," kata Jati.

Tim gabungan itu, pun melibatkan regu dari TNI-Polri, juga Basarnas, serta relawan-relawan dalam evakuasi, dan penyaluran logistik.

"Upaya pencarian korban terdampak gempa, masih terus dilakukan," kata Jati.

Baca Juga: Terdampak Gempa Pacitan, Bangunan di Kota Blitar Ini Ambruk

Laporan BNPB juga mengatakan, di Majene, gempa susulan masih terjadi. Pada Sabtu (16/1), sekitar pukul 06.32 Wib, gempa susulan berskala 5,0 kembali mengguncang.

Titik gempa baru, dikatakan berada di darat 20 kilo meter (Km) Timur Laut Majene, dengan kedalaman 10 Km.

"Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan, gempa susulan masih akan terjadi," begitu rilis BNPB.

BNPB mengimbau, masyarakat di Sulbar untuk selalu waspada terhadap potensi gempa-gempa susulan tersebut. Kewaspadaan tinggi terutama dikatakan untuk masyarakat yang berada di kawasan pesisir.

"BNPB juga mengimbau, masyarakat yang tinggal di kawasan perbukitan, dan dan tebing, agar waspada juga terhadap potensi longsor dampak gempa. Dan bagi yang tinggal di kawasan pantai, atau pesisir agar segera menjauh dari kawasan pantai apabila merasakan gempa susulan," tegasnya.

Baca Juga: Gempa Tektonik M6,2 Guncang Pacitan, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

 

Lihat Artikel Asli

DisclaimerBerita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

 

Editor : REPUBLIKA.co.id
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.