Jumat, 12 Jun 2026 23:28 WIB

Lembah Dieng Pasuruan Ramai Pengunjung, Prokes Diperketat

  • Penulis : Moch Rois
  • | Jumat, 15 Jan 2021 16:10 WIB
Hand sanitizer disediakan untuk pengunjung Lembah Dieng Pasuruan
Hand sanitizer disediakan untuk pengunjung Lembah Dieng Pasuruan

jatimnow.com - Protokol kesehatan (prokes) para pengunjung wisata dadakan Lembah Dieng di Dusun Dieng, Desa Jeruk Purut, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan diawasi. Pengawasan dilakukan pemerintah desa setempat.

Sekretaris Desa Jeruk Purut, Slamet Riyadin mengatakan bahwa sebagai bentuk pencegahan pertama, selain mewajibkan semua yang ada di Lembah Dieng memakai masker, setiap pengunjung yang masuk wajib mencuci tangannya dengan hand sanitizer yang sudah disediakan.

Baca Juga: Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

"Karena ini Pandemi Covid-19. Selain memakai masker, para pengunjung wajib membersihkan tangan dengan hand sanitizer yang sudah disediakan warga yang berjaga di gapura masuk Lembah Dieng," ujar Slamet, Jumat (15/1/2021).

Selain aspek kesehatan, aspek keamanan dan keselamatan juga harus diperhatikan para pengunjung. Sebab di lokasi banyak jurang terjal di kanan kiri jalan yang berukuran 4 sampai 5 meter itu.

"Agar pengunjung tetap hati-hati, warga Dusun Dieng telah memberikan rambu-rambu di titik-titik mana saja yang berbahaya. Warga juga memberikan pembatas jalan, biar pengunjung aman," bebernya.

Upaya responsif juga dilakukan oleh warga, seperti patroli berkala di seputaran Lembah Dieng, untuk mengantisipasi para pengunjung yang ceroboh.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

"Petugas keamanan keliling secara berkala. Khawatir, karena Lembah Dieng ini kan banyak tebing curam," tambahnya.

Sugeng menceritakan, dulunya Lembah Dieng adalah tambang galian c yang pertamakali beroperasi di Desa Jeruk Purut, milik perusahaan swasta bernama Sirtu Jaya.

Setelah aktivitas pertambangan selesai dan tidak beroperasi selama 15 tahun, warga setempat yang menyadari keindahan panorama bekas tambang itu pun meminta izin ke pihak Sirtu Jaya, agar lokasi tersebut bisa diakses masyarakat.

Baca Juga: Simak Rekayasa Lalu Lintas Dampak Pembangunan Jembatan Bokwedi Pasuruan

"Setelah 15 tahun tidak beroperasi, warga pun meminta izin agar masyarakat bisa masuk dan menikmati pemandangan. Dan untuk teknisnya dikelola masyarakat setempat," tandasnya.

 

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Umat Buddha di Tulungagung Ikuti Ritual Atthami Puja di Candi Sanggrahan

Ritual tersebut merupakan perayaan penting dalam agama Buddha yang menghormati kelahiran, pencerahan, dan parinirvana Sang Buddha Gautama.