Sabtu, 20 Jun 2026 02:57 WIB

Polisi Libatkan Psikolog untuk Periksa Ibu Pembunuh Bayi di Ponorogo

Ibu pembunuh bayinya di Ponorogo saat diamankan polisi
Ibu pembunuh bayinya di Ponorogo saat diamankan polisi

jatimnow.com - Polisi masih kesulitan meminta keterangan YS (20), seorang ibu di Ponorogo yang diduga dengan sadis membunuh bayinya. Sebab YS masih belum bisa diajak komunikasi.

"Masih belum ada penetapan tersangka. Karena perlu ahli psikologi yang memeriksa," ujar Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Hendy Septiadi, Senin (4/1/2021).

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Hendy mengatakan, dalam pemeriksaan, YS belum bisa berkomunikasi secara normal. Ketika ditanya soal bayi yang dilahirkan itu, YS selalu menangis.

"Kita memang perlu pendampingan psikolog untuk pemeriksaan selanjutnya," jelas dia.

Hendy menyebut bahwa saat ini YS masih dirawat di rumahnya di Desa Bajang, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo. Sebab YS tidak bersedia dibawa ke rumah sakit.

"Orangtuanya mendatangkan bidan ke rumah," tegasnya.

Baca juga:  

Baca Juga: Bayi Dibuang di Pinggir Sawah Kediri Diserahkan ke Dinsos, Polisi Buru Ibu Kandung

Untuk pemeriksaan selanjutnya, Hendy mengaku akan melibatkan psikolog dari Polda Jatim yang bisa mendalami dan berkomunikasi dengan YS.

"Kita butuh keterangan dari ahli psikologi terkait kondisi YS bagaimana. Pemeriksaan kami rencanakan dalam minggu ini atau minggu depan," tambahnya.

Sementara untuk saksi yang telah diperiksa ada sebanyak 5 orang.

Baca Juga: Satreskrim Polres Ponorogo Ungkap kasus Curanmor, Dua Warga Brebes Ditangkap

"Mereka terdiri dari orang yang menemukan bayi, keluarga YS hingga kekasihnya," tandasnya.

Diketahui, YS melahirkan bayi perempuan atas hubungannya dengan NH (27) kekasihnya. YS melahirkan bayinya sendirian saat neneknya tidak ada di rumah. Selain memukuli bayinya hingga tewas, YS membuangnya di tumpukan kayu belakang rumah neneknya.

Dari hasil autopsi didapati terdapat 29 luka pada tubuh bayi. Luka itu terdiri dari luka lebam hingga luka tusuk. Sedangkan penyebab tewasnya bayi diduga lantaran dibekap pada bagian hidung dan mulut.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.