Jumat, 12 Jun 2026 16:52 WIB

Pencipta Tari Jejer Gandrung Banyuwangi, Sumitro Hadi Tutup Usia

Sumitro Hadi
Sumitro Hadi

jatimnow.com - Dunia seni Banyuwangi kembali berduka. Setelah salah satu budayawan Banyuwangi drh. Budianto meninggal dunia karena terpapar Covid-19, kali ini seniman Sumitro Hadi tutup usia.

Sumitro dikenal sebagai kreator tari Jejer Gandrung dan merupakan salah satu koreografer Festival Gandrung Sewu yang digelar dalam Banyuwangi Festival. Dia meninggal dunia di RSUD Blambangan, Sabtu (26/12/2020) pagi, juga akibat Virus Corona.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

"Iya benar. Tadi pagi di RSUD Blambangan Banyuwangi," ujar MY Bramuda, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi.

Duka dirasakan oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Menurutnya, Sumitro adalah sosok seniman yang getol mengangkat derajat kesenian Banyuwangi.

"Banyuwangi kembali kehilangan sosok seniman yang handal. Kreasi tari Pak Mitro telah mewarnai seni di Banyuwangi dan berhasil mengangkat derajat kesenian Banyuwangi. Semoga almarhum diterima segala amal kebaikannya dan diampuni segala kesalahannya oleh Allah SWT," kata Bupati Anas.

Bupati Anas menambahkan, Sumitro merupakan budayawan yang mampu menaikkan kesenian Banyuwangi menjadi berbagai atraksi yang menarik.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Koreografer dan Pimpinan Sanggar Tari Jingga Putih Rogojampi ini, lanjutnya, sangat berperan mendorong kemajuan seni tari kreasi tradisional di Banyuwangi. Mulai dari tari jejer gandrung, pertunjukan gandrungan dan jejer jaran dawuk yang semua sudah mengantongi hak cipta.

"Beliau juga dikenal sebagai salah satu koreografer atraksi seni kolosal Gandrung Sewu. Bersama-sama seniman dan budayawan lainnya, Pak Mitro telah mewarnai jagad seni Banyuwangi menjadi salah satu yang diperhitungkan di level nasional. Keelokan Festival Gandrung Sewu pun tak lepas dari peran Pak Sumitro dan Pak Budianto. Kami sangat kehilangan mereka berdua," ungkap Bupati Anas.

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Bramuda menyebut bahwa Sumitro Hadi telah berkiprah di dunia seni sejak 1968. Tahun 1974, Sumitro menciptakan tari Jejer Gandrung.

Baca Juga: Vidi Aldiano Meninggal, Erick Thohir: Terima Kasih Atas Karya, Suara, dan Kenangan

"Tari Jejer Gandrung yang kerap ditampilkan saat penyambutan tamu adalah salah satu karya masterpiece beliau. Bahkan Jejer Gandrung telah menjadi muatan lokal wajib di sekolah. Beliau juga ikut berperan mendorong kelahiran musik angklung pengiring tari kreasi pertama," jelas Bramuda.

Sumitro pernah bertugas di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi. Tercatat sampai dengan sekarang ada sekitar 103 tari dan lagu yang diciptakan Sumitro.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.