Kamis, 18 Jun 2026 01:21 WIB

PDGI Ajak Anak Bangkalan Jaga Kesehatan Gigi di Tengah Pandemi Corona

jatimnow.com - Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Bangkalan mengajak anak-anak serta masyarakat umum untuk tetap menjaga kesehatan gigi dan mulut di tengah Pandemi Covid-19.

Mereka bekerjasama dengan Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI) PT Unilever menggelar edukasi online webinar bertajuk 'Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut di Masa Pandemi Covid-19 sebagai Investasi Masa Depan Anak Bangsa’.

Baca Juga: Konversi Energi Kedua Republik Indonesia, Amanat Penderitaan Rakyat Madura

Kegiatan webinar dalam memperingati Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) Tahun 2020, menghadirkan pembicara drg Ratih MS dan moderator drg Agus Baijuri dan diikuti 500 peserta terdiri dari 85 dokter gigi dari Bangkalan, Malang, Jakarta, Bali, bahkan Makassar.

Peserta siswa dari sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama dan atas (SMP, SMA) se- Kabupaten Bangkalan sebanyak 250 orang, dan sebanyak 165 orang dari kalangan Guru dan masyarakat umum.

"Jangan sampai Pandemi Covid-19 ini berdampak dan memperburuk kondisi kesehatan gigi anak-anak. Mereka membutuhkan pengetahuan tentang cara memelihara kesehatan gigi dan mulut demi masa depan anak-anak,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan, Sudiyo dalam siaran pers yang diterima redaksi, Rabu (2/12/2020).

Ketua PDGI Cabang Bangkalan, drg Purwanti menerangkan peringatan BKGN pada tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya.

Baca Juga: Gus Lilur Deklarasikan Panca Ampera: Stop Kriminalisasi Pengusaha Rokok Rakyat

Saat ini pandemi Covid-19 melanda di berbagai negara termasuk Indonesia serta daerah-daerah maka kegiatan edukasi promotif dan preventif dilaksanakan secara online.

"Kegiatan ini merupakan salah satu rencana aksi nasional dalam rangka mencapai Indonesia bebas karies 2030, dimana targetnya adalah anak-anak berusia 12 tahun bebas karies atau gigi berlubang," ujar drg Purwanti.

Hal menarik dari terbebasnya anak-anak dari masalah gigi berlubang, tentunya membawa dampak baik pula untuk masa depannya.

Baca Juga: Sarjana Pertanian Pulang Kampung, Garap Budidaya Pisang di Tambelangan

"Dimana anak-anak nantinya memiliki kesempatan besar dalam memasuki dunia pendidikan kedinasan yang membutuhkan status kesehatan gigi yang baik sebagai syarat kelulusan, ataupun dunia kerja profesional lainnya," terangnya.

Webinar itu berlangsung sekitar 2 jam dan para peserta sangat antusias menyimak materi yang disampaikan pembicara. Panitia juga mengemas acara dengan keunikannya yaitu, memberikan doorprize.

"Keluarga besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia Cabang Bangkalan bertekad akan terus meningkatkan pengabdian kami kepada masyarakat dengan terus berinovasi demi terwujudnya derajat kesehatan gigi dan mulut anak-anak dan masyarakat di Kabupaten Bangkalan lebih baik lagi," jelas Ketua Panitia, drg Siti Safitri.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.