Jumat, 19 Jun 2026 07:34 WIB

Ribuan Rumah Tak Layak Huni di Ponorogo Telah Dibedah Hingga Kini

Bedah rumah di Ponorogo
Bedah rumah di Ponorogo

jatimnow.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo melalui Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPU-PKP) telah membedah ribuan rumah tak layak huni.

Total ada 3.482 unit dengan total bantuan senilai Rp 59 miliar.

Baca Juga: Kolaborasi Pramuka dan RSTN, Bedah 3 Rumah Tidak Layak Huni di Kota Kediri

"Ribuan rumah tak layak huni telah kami bedah," kata Kepala DPU-PKP Jamus Kunto Purnomo, Sabtu (14/11/2020).

Untuk sumber pendanaan, kata dia, berasal dari program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), Dana Alokasi Khusus (DAK), Corporate Social Responsibility (CSR) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Untuk besaran biaya perbaikan sesuai dari masing-masing program yang akan diterima. Semisal dari BSPS dan DAK nilainya Rp 17,5 juta per rumah. Sedangkan RTLH DAU Rp 15 juta per unit rumah.

"Berbeda dengan CSR ya. Itu disesuaikan dengan besaran dari si pemberi dana," jelasnya.

Baca Juga: Jembatan Merah Putih Presisi di Ponorogo Permudah Akses Warga dan Anak Sekolah

Dia menyebutkan untuk BSPS merupakan bantuan stimulan perumahan swadaya dari KemenPU melalui aspirasi DPR RI. Sedangkan DAK sebagai wujud penugasan dan murni, APBD sebagai pendukung dari Pemkab.

Data yang tertulis di DPU-PKP, tahun 2016 dana dari BSPS ada 20 rumah. Sementara di tahun 2017 dana dari BSPS 375 rumah dan DAK 128 rumah.

Di tahun 2018 meningkat, dana dari BSPS ada 420 unit, DAK ada 88 unit dan CSR ada 13 unit. Tahun 2019 dana dari BSPS ada 470 unit, DAK ada 78 unit, CSR ada 17 unit.

Baca Juga: Gus Fawait Targetkan Bedah 1.000 Rumah Tak Layak Huni di Jember Tahun Ini

Tahun 2020 ada 1320 unit dari dana BSPS, 96 unit dari DAK, 475 dari APBD. Jamus mengaku untuk 2021 mengusulkan DAK ada 79 unit rumah.

"Rumah yang sudah dibedah tersebar di seluruh Kabupaten Ponorogo. Namun wilayah yang paling banyak di Kecamatan Pulung, Slahung dan Sawoo," pungkasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.