Jumat, 19 Jun 2026 19:04 WIB

Tahu Armudji? Nyaris Duel dengan Anak Buah Risma dan Isu Makelar Izin

Armudj saat jumpa pers mundur dari bacawawali Surabaya (Foto: Dok. jatimnow.com)
Armudj saat jumpa pers mundur dari bacawawali Surabaya (Foto: Dok. jatimnow.com)

jatimnow.com - Siapa tidak mengetahui Armudji. Kader PDIP lawas Surabaya yang kini berpasangan dengan Eri Cahyadi dalam perebutan wali kota dan wakil wali kota.

Catatan jatimnow.com hingga Sabtu (14/11/2020), terdapat dua kejadian yang menjadi perhatian masyarakat Kota Pahlawan.

Baca Juga: May Day 2026, PDIP Surabaya Bagikan MBG Pada Ojol Perempuan

Yang pertama, Armudji yang saat itu Ketua DPRD Surabaya gegeran dengan Kasatpol PP Kota Surabaya Irvan Widyanto (saat itu) disela-sela rapat dengar pendapat di Komisi A DPRD Surabaya pada Selasa (20/2/2018).

Dengar pendapat atau hearing yang dipimpin Ketua Komisi A Herlina Harsono Njoto  (saat itu) awalnya berlangsung biasa. Ketegangan terasa ketika Ketua DPRD Armudji ikut dalam rapat dengar pendapat yang membahas penertiban rumah warga di Medokan Semampir Gang V, RT 1 RW 8 Kelurahan Medokan Semampir Kecamatan Sukolilo yang telah dihuni oleh 165 KK itu.

Hearing yang semula berlangsung tenang tiba -tiba menjadi ajang debat dan nyaris terjadi baku hantam antara Armudji dengan anak buah Tri Rismaharini tersebut.

Beruntung, sejumlah petugas pengamanan dan pengendalian (pamdal) bisa melerai keduanya. Ketegangan berawal saat Armudji mengkritisi kebijakan pemerintah kota menggusur hunian warga yang dinilai berada di atas aset pemerintah kota, dan akan dipergunakan untuk perluasan makam.

Kader PDIP itu menuding penggusuran yang dilakukan sering kali tanpa disertai solusi. Ia menawarkan warga yang tepat tinggalnya tergusur agar ditempatkam di rumah susun terlebih dahulu. Armudji meminta waktu kepada kasatpol menunda agenda penggusuran agar warga melakukan persiapan.

Namun kasatpol PP menolak. Armudji beralasan jika pembangunan perluasan belum dilakukan, sebaiknya berikan waktu dulu kepada warga.

"Berarti sampean menghalangi," ucap Irvan seperti dikutip dari  harianbhirawa.co.id pada Selasa (20/2/2018)

"Kalau tetap dilakukan pembongkaran saya bersama warga akan menghadang pembongkaran," balas Armudji, masih dikutip dari harianbhirawa.co.id.

Irvan maupun Armudji mulai panas. Irvan spontan berdiri diikuti oleh Armudji yang juga berdiri. Saling bentak pun pecah. Suasana jadi tegang. Pamdal DPRD Surabaya melerai keduanya. Suasana pun kembali normal.

Tak berapa lama, anak buah Risma itu meminta maaf kepada warga Surabaya dan Wali Kota Risma atas kejadian tersebut.

Yang kedua, Armudji sempat melontarkan tuduhan akibat amblesnya Jalan Raya Gubeng.

Baca Juga: PDIP Tunjuk Syaifuddin Zuhri Jadi Ketua DPRD Surabaya

Saat itu, Armudji yang menjadi Ketua DPRD Surabaya menuding adanya permainan perizinan proyek di Jalan Raya Gubeng. Tak tanggung-tanggung, ia menyebut pelakunya anak pejabat pemkot.

Seperti dilansir sejumlah media di Surabaya, Armudji curiga dengan keteledoran Pemkot Surabaya karena terlalu tergesa-gesa mengeluarkan pemberian Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

"Ada permainan izin yang diindikasikan dilakukan oleh anak pejabat Pemkot Surabaya. Ini bukan sekedar isu tetapi sudah umum di kalangan Pemkot. Ini murni keteledoran dan bukan faktor alam," kata Armudji seperti dimuat sejumlah media pada Rabu (19/12/2018).

Sayangnya isu tudingan yang sangat sensitif itu tak berlanjut. Armudji tutup mulut.

Namun, reporter jatimnow.com berhasil menghubungi Armudji atau yang biasa disapa Cak Ji melalui sambungan telepon pada pukul 14.13 Wib, Sabtu (26/1/2019).

Berikut wawancara Fahrizal Tito dengan Armudji yang berlangsung singkat:

Baca Juga: Harapan Mereka untuk 8 Tahun jatimnow.com

Anak pejabat itu siapa Cak?

Yo gak eroh, wah ojok mancing-mancing wah, gak ilok iku. wong wes buyar kok sik takon iku ae, mancing-mancing tok ae. Mancing, gak intuk iwak mujahir golek betik. (Ya tidak tahu, jangan mancing-mancing wah, gak boleh itu. Kan sudah selesai, masa tanya tentang itu terus, mancing-mancing tidak dapat Ikan Mujahir malah cari Ikan Betik).

Kan saat itu yang menyebut anak pejabat, hingga saat ini sudah menjadi rahasia umum?

Gak..gak..gak ngomong aku. Ndolek dewe kono. koen iku iso ae mancing-mancing iso ae, haduh.. haduh.. haduh.. wes ndolek berita liyane ae. (Ndak..ndak..ndak. Sudah saya gak ngomong itu, cari sendiri sana. kamu itu mancing-mancing saja, haduh.. haduh.. haduh.. sudah cari berita lain saja)

 

Sampai hari ini belum terungkap siapa anak pejabat itu? Mengapa Armudji diam?

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.