Selasa, 16 Jun 2026 13:46 WIB

Pencapaian Pemkab Ponorogo di Bidang Kesehatan Selama 5 Tahun

Kepala Dinas Kesehatan Ponorogo, Rahayu Kusdarini
Kepala Dinas Kesehatan Ponorogo, Rahayu Kusdarini

jatimnow.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo menyebut bahwa selama lima tahun terakhir, berbagai sektor pelayanan kesehatan terus mengalami peningkatan signifikan.

Dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo, di antaranya pemberian 150 ambulans gratis untuk 150 Desa Siaga. Ambulans-ambulans itu diberikan kepada desa yang dinilai membutuhkan.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Desa yang kami berikan itu yang jauh dari layanan kesehatan. Jadi warga bisa langsung diangkut ke puskesmas ketika urgent menggunakan mobil ambulans," jelas Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Ponorogo, Rahayu Kusdarini, Jumat (13/12/2020).

Menurutnya, Pemkab Ponorogo juga memberikan pelatihan secara berkala kepada sejumlah sopir Ambulans Siaga Desa. Tujuannya untuk mendapatkan pengetahuan dan pelatihan dalam pertolongan pertama gawat darurat.

"Ambulans Siaga Desa ini dianggarkan sejak 2017, 2018 dan terakhir 2019," ungkap Irin-sapaan akrab Rahayu Kusdarini.

Sementara prestasi lainnya, lanjut Irin, di Ponorogo telah ada tiga bank daerah yang tersebar di sejumlah rumah sakit. 31 puskesmas di Ponorogo saat ini juga dalam proses akreditasi dan telah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

"Kalau puskesmasnya secara akreditasi sudah nasional semua. Itu salah satu prestasi kami juga," jelasnya.

Baca Juga: Yayasan Amway Peduli dan UC Surabaya Gelar Edukasi Kesehatan Anak Muda

Untuk cakupan asuransi kesehatan masyarakat Ponorogo khususnya untuk BPJS, saat ini telah mencapai 66 persen. Dia menyebut pembiayaan BPJS sebelum 5 tahun terakhir hanya ada 19 ribu penduduk yang tercover Jamkesda.

"Saat ini menjadi 38 ribu warga tercover BPJS yang dibiayai oleh pemkab. Naik dua kali lipat," tegas Irin.

Begitu pula untuk pelayanan kesehatan tingkat desa. Pemkab Ponorogo juga memberikan uang transport Rp 500 ribu per bulan kepada setiap Posyandu. Program itu telah dimulai sejak 2017. Sedangkan 2018 dilakukan pemberian uang transport Rp 300 ribu bagi kader posyandu lansia.

Baca Juga: Komisi D DPRD Jember Soroti Adanya Kepala Puskesmas yang Rangkap Jabatan

Dampaknya, lanjut Irin, angka kematian bayi di Ponorogo pada Tahun 2020 bisa ditekan ke angka 12,46 per 1000 kelahiran hidup.

"Padahal target nasional 23 per 1000 kelahiran hidup. Angka ini jauh lebih baik dari angka nasional," tandasnya.

Namun untuk angka kematian ibu bayi di Ponorogo belum mampu di tekan di bawah angka nasional. Hanya saja sudah mulai terjadi penurunan signifikan. Tahun 2016 angka kematian ibu tercatat 174,27 per 100.000 kelahiran hidup dan pada 2020 turun 105,46 per 100.000 kelahiran hidup.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.