Minggu, 14 Jun 2026 18:26 WIB

Tokoh Agama Banyuwangi Minta Kampanye Hitam Segera Dihentikan

Ketua MUI Banyuwangj, KH Moh Yamin
Ketua MUI Banyuwangj, KH Moh Yamin

jatimnow.com - Para tokoh agama Banyuwangi menyerukan untuk agar kampanye hitam (black campaign) yang mulai bermunculan menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Banyuwangi 2020, segera dihentikan.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banyuwangj, KH Moh Yamin mengatakan, pilkada adalah pesta demokrasi rakyat. Untuk itu harus dilaksanakan dengan gembira, dengan cara-cara yang baik, tidak menjelek-jelekkan orang lain dan tidak menimbulkan perpecahan.

Baca Juga: Puluhan Ulama di Probolinggo Jalani Pemeriksaan Kesehatan Gratis

"Pilkada ini untuk bikin guyub Banyuwangi. Siapapun yang terpilih, akan menjadi bupatinya warga Banyuwangi. Jadi harus tenang, rukun dan damai," jelas KH Moh Yamin.

"Hentikanlah kampanye hitam. Gunakanlah cara yang baik, sopan, santun, untuk menjaga kerukunan ketenangan, kerukunan dan kedamaian Banyuwangi," tambahnya.

Sementara Ketua Badan Musyawarah Antar Gereja (Bamag) Kabupaten Banyuwangi, Pendeta Anang Sugeng juga menyerukan untuk menyudahi kampanye hitam yang akan merusak persaudaraan masyarakat Banyuwangi.

"Seluruh pendukung pasangan calon 01 dan 02, tetap dalam keadaan seduluran saja. Tidak usah membuat kampanye hitam yang saling menjelekkan. Apa sih manfaatnya kampanye hitam itu. Segera hentikan kampanye hitam seperti itu," ungkap Pendeta Anang.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Pendeta Anang meminta agar masyarakat Banyuwangi biarlah memilih sesuai hati nurani. Banyuwangi selama ini terkenal dengan daerah yang damai, termasuk kerukunan umat lintas agama.

"Karena itu dihimbau agar semua bisa menyejukkan suasana, semuanya adalah orang-orang yang beriman. Lebih baik memakai mata rohani kita daripada cara-cara kampanye hitam," tegas Pendeta Anang.

Pendeta Anang menjelaskan bahwa selama ini Banyuwangi telah terkenal kerukunannya. Bahkan Banyuwangi meraih Harmony Award.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

"Baru saja forum pemuda lintas agama dan tokoh agama juga menyatakan untuk tidak menggunakan kampanye yang tidak malah memecah belah," sambung Pendeta Anang.

"Di pilkada ini ibaratkan pedot layangane ora pedot sedularane (putus layangannya tapi jangan putus persaudaraanya)," tandas dia.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.