Sabtu, 20 Jun 2026 19:23 WIB

Kembali ke Ponpes, Ribuan Santri Tebuireng Jalani Uji Swab

Salah satu santri Ponpes Tebuireng Jombang menjalani uji swab
Salah satu santri Ponpes Tebuireng Jombang menjalani uji swab

jatimnow.com - Sebanyak 1.396 santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng Jombang kembali ke pondok setelah beberapa bulan belajar dari rumah masing-masing. Kedatangan santri ini merupakan gelombang ketiga.

"Sebanyak 1.396 santri diundang kembali ke pondok. Para santri datang secara bergelombang sesuai jadwal yang disiapkan oleh pengurus selama sepekan ke depan," ujar Ketua Gugus Tugas Pesantren Tangguh Tebuireng, Ustaz Lukman Hakim, Sabtu (7/11/2020).

Baca Juga: Lomba Pioneering Latih Kekompakan dan Mental Santri Nurul Jadid

Ustaz Lukman menambahkan, gelombang ketiga yang datang ini merupakan santri yang menempuh pendidikan SMP atau MTs dan SMA atau Madrasah Aliyah. Santri yang datang sebanyak 248 orang dari Jombang, Mojokerto, Kediri, Sidoarjo dan Surabaya.

"Berikutnya Madura dan daerah lainnya sesuai jadwal yang sudah disiapkan oleh pengurus ponpes," ungkapnya.

Para santri wajib mengikuti tes swab yang digelar di kawasan makam Abdurahman Wahid (Gus Dur). Sebelumnya kedatangan dua gelombang santri dilakukan rapid test.

Baca Juga: Pesan Kiai Zuhri Zaini, Mengapa Beragama Tak Cukup Hanya Modal Cerdas?

Para santri Ponpes Tebuireng Jombang mengantri uji swabPara santri Ponpes Tebuireng Jombang mengantri uji swab

Sementara Juru Bicara Ponpes Tebuireng Nur Hidayat menjelaskan, uji swab dilakukan karena hasilnya lebih cepat diketahui daripada rapid test.

"Dengan tes swap PCR ini, hasilnya lebih cepat diketahui. Harapannya anak-anak yang dinyatakan negatif bisa masuk ke asrama langsung tanpa diisolasi terlebih dahulu," papar Nur.

Baca Juga: Muscab 2026, PPP Lamongan Buka Pintu Lebar untuk HMI, PMII, dan Santri

Nur mengemukakan, jika ada santri yang dinyatakan positif Covid-19 dari hasil uji swab itu, maka akan diisolasi di Gedung Universitas Hasyim Asy'ari yang sudah disiapkan. Namun dirinya berharap tidak ada santri yang terkonfirmasi.

"Semoga hasilnya tidak ada yang positif, sehingga anak-anak biar bisa cepet melaksanakan kegiatan ngaji seperti biasanya. Jika ada yang positif maka akan diisolasi. Santri akan dimotivasi dan dirawat untuk menambah daya imun, dikasih makanan yang bernutrisi, olahraga teratur dan diberi siraman rohani," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.