Senin, 22 Jun 2026 11:55 WIB

Menaker Sebut Pengangguran Meningkat akibat Pandemi Covid-19

Menaker Ida Fauziyah kunjungan kerja ke Pabrik Ajinomoto, Mojokerto
Menaker Ida Fauziyah kunjungan kerja ke Pabrik Ajinomoto, Mojokerto

jatimnow.com - Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Menaker RI) Ida Fauziyah menyebut angka pengangguran di Indonesia saat masa Pandemi Covid-19 melonjak ke angka 9,77 juta jiwa.

Ida menyebut angka itu baru dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Hal itu dipaparkan dia saat melakukan kunjungan kerja dan sosialisasi UU Cipta Kerja di Pabrik Ajinomoto, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Jumat (6/11/2020).

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

"Bulan Februari 2020 sebenarnya angka pengangguran turun dari angka 7,50 juta ke 6,88 juta. Tapi karena ada Pandemi Covid-19, pengangguran kita jadi 9,77 juta," ungkap Ida.

Ida menambahkan, yang menganggur didominasi besar tingkat pendidikannya lebih baik, yaitu SMA dan SMK.

"Ketika dinamika ketenagakerjaan kita semakin kompetitif, maka kita ini harus berpikir seribu kali dan seribu langkah agar kompentisi tenaga kerja kita bisa bersaing. Upah boleh naik terus, tapi yang penting bagaimana kompetensi tetap terjaga," papar Ida.

Menteri asli Mojokerto ini menyebut, perusahaan akan senang menaikkan upah karyawan jika kompetensinya tinggi.

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

"Rasanya berat kita menuntut kenaikan upah terus-menerus tanpa diimbangi dengan kompetensi dan produktivitas. Saya kira ini kita harus fair, karena kompetensinya akan semakin tajam dan keras," terangnya.

"Investasi memilih investasi ke negara lain. Kemungkinan orang berusaha di dalam juga tidak mungkin tumbuh karena tidak ada iklim berusaha yang sehat. Yang terjadi adalah beban pengangguran kita tidak bisa terselesaikan," sambung Ida.

Ida melanjutkan, angkatan kerja baru tercatat 2,4 juta hingga 3 juta setiap tahun.

Baca Juga: Dalam 6 Hari, Posko THR-BHR Kemnaker Terima 2.113 Aduan

"Jadi beban yang harus diberikan kesempatan bekerja, disiapkan pasar kerjanya sekitar 11 juta hingga 12 juta lapangan pekerjaan setiap tahunnya. Kalau ini tidak ada lapangan pekerjaan, maka yang berdampak bukan bonus tapi malah abot (berat). Karena kita tidak mampu menyiapkan pasar kerja yang menyerap tenaga kerja kita. Ini bukan pekerjaan mudah," pungkasnya.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.