Minggu, 21 Jun 2026 07:57 WIB

Pertumbuhan Listrik Banyuwangi Tetap Tinggi di Tengah Pandemi Covid-19

General Manager PLN Jawa Timur, Nyoman S Astawa dan Bupati Anas
General Manager PLN Jawa Timur, Nyoman S Astawa dan Bupati Anas

jatimnow.com - PT PLN (Persero) memuji kinerja kelistrikan di Banyuwangi yang terus tumbuh, bahkan di tengah Pandemi Covid-19.

PLN mengapresiasi kinerja Bupati Abdullah Azwar Anas dalam mengembangkan ekonomi lokal, sehingga mendorong kinerja sektor listrik.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

General Manager PLN Jawa Timur, Nyoman S Astawa membeberkan, selama pandemi, pertumbuhan konsumsi listrik Jawa Bali hanya 0,5 persen.

Di Jawa Bali, hanya dua provinsi yang mencatatkan kinerja positif, di antaranya Jawa Timur dengan pertumbuhan 2,6 persen. Banyuwangi, kata dia, pertumbuhan konsumsi listriknya mencapai 9 persen (Januari – September 2020).

"Tingginya pertumbuhan konsumsi listrik di Banyuwangi menunjukkan bahwa meski di tengah pandemi, ekonomi di Banyuwangi terus bergerak. Yang tentunya ini juga jelas menunjukkan daya beli masyarakat yang masih terjaga. Saya sangat mengapresiasi Banyuwangi," kata Nyoman saat bertemu Bupati Abdullah Azwar Anas di Pendopo Banyuwangi, Rabu (4/11/2020).

Nyoman menguraikan pertumbuhan konsumsi tertinggi dari segmen rumah tangga, yang mencapai 10,5 persen. Ini bisa dipahami karena seiring dengan kebijakan tinggal di rumah selama pandemi.

"Konsumsi energi rumah tangga paling tinggi. Bisa jadi, bisnis rumah tangga juga berkembang di sini," terangnya.

Konsumsi tertinggi kedua ada pada kelompok industri.

"Ini cukup mencengangkan kami. Industri di Banyuwangi justru tumbuh hampir 8 persen. Dan yang ketiga, adalah sektor bisnis yang konsumsi listriknya meningkat 5,4 persen," kata dia.

Dari hasil tersebut, Nyoman menilai aktivitas perekonomian di Banyuwangi berjalan merata. Semua sektor tumbuh dengan baik, tidak bergantung pada satu sektor saja.

Baca Juga: Membaca Siklus, Menjaga Nalar Negara

"Pertumbuhan itu menunjukkan hampir semua sektor tetap tumbuh, dan merata. Semua tumbuh, dan ini sangat baik. Beda dengan Bali yang sangat bergantung pada satu sektor saja, dan saat pandemi sangat terasa dampaknya. Banyuwangi tidak seperti itu," ucapnya.

"Sekali lagi, dari komsumsi listrik ini menunjukkan bahwa Banyuwangi cepat mengambil solusi untuk menghadapi pandemi ini. Banyuwangi bisa bertahan. Pertanian dan perkebunanan jalan, industri besar maupun kecil juga jalan, pariwisata meski sempat terdampak sekarang sudah mulai menggeliat," kata Nyoman.

Dalam kesempatan itu, PLN memberikan penghargaan kepada Bupati Azwar Anas karena dinilai sangat berperan dalam proses pembangunan infrastruktur kelistrikan.

"Ada berbagai kebijakan Pak Anas yang mampu mendorong pertumbuhan listrik di daerahnya. Hal ini penting, karena konsumsi listrik menunjukkan pula bagaimana ekonomi daerah itu bergerak," kata Nyoman.

Sejumlah kebijakan Banyuwangi yang mendukung program infrastruktur kelistrikan di Banyuwangi. Antara lain electrifying agriculture melalui dukungan dan kemudahan melistriki areal ladang buah naga untuk meningkatkan produktivitas komoditas hortikultura itu.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Hingga 2020, total ladang buah naga berlistrik adalah sebesar 1200 Hektar yang meliputi 4800 pelanggan petani buah naga.

"Juga ada program listrik perdesaan atau Lisdes dengan meningkatkan rasio elektrifikasi setelah melistriki Alas Purwo, Lereng Ijen; dan Meru Betiri. Peningkatan rasio elektrifikasi 2019 sebesar 99 persen dan 2020 sebesar 100 persen," ujarnya.

Bupati Anas juga mendukung penjualan tenaga listrik sehingga meningkatkan kWh jual dari Tahun 2019 sebesar 738,29 GWH menjadi 804,435 pada 2020. Serta penambahan jumlah pelanggan di Banyuwangi pada Tahun 2020 mengalami kenaikan sebesar 14.576 pelanggan.

Sementara itu, Bupati Anas berterima kasih atas dukungan PLN untuk mendorong ekonomi Banyuwangi.

"Semoga kerjasama strategis ini terus berjalan baik, sehingga mendorong kemakmuran dan ekonomi masyarakat Banyuwangi," kata Anas.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.