Sabtu, 20 Jun 2026 22:23 WIB

15 Ribu Petani di Kota Batu Keluhkan Sulit Dapatkan Pupuk Bersubsidi

Ilustrasi petani (Foto: Dok. jatimnow.com)
Ilustrasi petani (Foto: Dok. jatimnow.com)

jatimnow.com - Petani Kota Batu mengeluhkan kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi di saat harga pupuk non subsidi melambung tinggi.

Data dari Dinas Pertanian Kota Batu,  dari 21 ribu petani, tercatat 15 ribu yang belum tercover sehingga kesulitan mendapatkan pupuk. Sedangkan sisanya 6 ribu petani telah tercover melalui kartu tani.

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Petani jeruk asal Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Triyono mengatakan pembelian pupuk subsidi sendiri dianggapnya masih sulit karena regulasi dalam penggunaan kartu tani. Menurutnya, ia mengakali dengan memprioritaskan buah yang akan panen dalam waktu dekat.

"Apalagi harganya dua kali lipat. Kalau urea saja yang subsidi sekitar Rp 90 ribu sampai Rp 100 ribu maka yang non subsidi bisa mencapai Rp 200 sampai Rp 250 ribu," ungkap Triyono, Senin (2/10/2020).

Wakil Ketua II DPRD Kota Batu, Heli Suyanto membenarkan sering mendapatkan pengaduan petani hingga Gabungan kelompok tani (Gapoktan) di Kota Batu.

Baca Juga: Rakyat Desa Memang Tidak Memegang Dollar, Tetapi Tetap Menanggung Dampaknya

Menurutnya, pupuk subsidi saat ini tengah dibatasi oleh pemerintah pusat sejak beberapa bulan yang lalu.

"Jadi yang memiliki luasan tanah pertanian diatas 2 hektar tidak mendapatkan pupuk bersubsidi. Ada kuota sendiri untuk tiap Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK)," kata politisi Gerindra ini.

Baca Juga: Pemkot Kediri Pastikan Stok Pupuk Subsidi Aman dan Harga Sesuai HET

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian (Kadispertan) Kota Batu, Sugeng Pramono menerangkan bahwa kuota pupuk sebenarnya masih aman. Tapi beberapa toko banyak yang masih belum proaktif dengan distributor karena terhambat dengan regulasi kartu tani.

"Toko yang menyediakan pupuk subsidi ini juga merupakan fasilitator, namun karena regulasi maka sebagian tidak meneruskannya. Kita juga sudah bersurat kepada pusat dalam implementasi kartu tani di lapangan namun hingga saat ini masih belum mendapatkan respon," katanya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.